Warga Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu M. Imam Wibowo alias Abi (19), menjadi korban pemanahan OTK. (ist/lakeynews.com)

Di Desa Madaprama juga Hampir Renggut Korban

DOMPU, Lakeynews.com – Setelah sekian lama sepi, kasus panahan oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) kambuh lagi di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Lumayan menghantui warga, terutama saat beraktivitas pada malam hari.

Peristiwa pemanahan ini terjadi dalam dua hari berturut-turut di dua tempat. Buntutnya, warga di dua lokasi itupun kembali menerapkan tradisi blokir jalan sebagai upaya mendesak kepolisian agar segera menangkap pelakunya.

Peristiwa pertama, terjadi bertepatan malam Natal, Jumat (24/12) malam. Lokasinya, jalur Manurubata, Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu.

Kejadian ini melukai dan nyaris merenggut nyawa warga Kelurahan Potu, M. Imam Wibowo alias Abi (19), putra Kadis Koperasi dan UKM Dompu Khairul Insyan (Dae Mpera).

Sebuah anak panah menancap di perut korban bagian kanan. Untuk mengeluarkan anak panah itu, korban dilarikan dan dirawat di RSUD Dompu.

Kejadian itu membuat sejumlah keluarga korban dan warga setempat bereaksi. Mereka spontan memblokir jalan, menuntut kepolisian segera menangkap pelaku pemanahan tersebut.

Setelah anggota sejumlah personel keamanan memberikan pemahaman dan bernegosiasi, warga akhirnya bersedia membuka blokir jalan.

Personel aparat keamanan itu, antara lain, Intelmob Kompi 2 Batlyon C Pelopor, anggota Puma Polres Dompu dan anggota Pospamyan Kota.

“Masyarakat menerima penjelasan dari anggota yang melakukan negosiasi. Jalan pun dibuka,” kata salah seorang sumber di lapangan.

Pihak keluarga korban dan tokoh masyarakat setempat menyerahkan dan memercayakan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk mengungkap, menangkap dan memroses tuntas pelakunya.

Peristiwa kedua, di Cabang Desa Madaprama, Kecamatan Woja, Sabtu (25/12) malam. Belum diperoleh informasi yang konkret terkait kasus kedua ini. Termasuk identitas korban panahan OTK tersebut.

Masalah ini diketahui luas, ketika sejumlah warga desa setempat memblokir jalan raya. Akibatnya, arus lalu lintas terhambat selama beberapa saat, deretan kendaraan mengular hingga sekian panjang.

Salah seorang wartawan Dompu, Supriyamin, yang sedang melakukan perjalanan dari Manggelewa menuju rumahnya, Desa Serakapi, Woja, ikut terjebak.

“Ada pemblokiran jalan di Cabang Madaprama saat ini, karena ada lagi kasus panahan. Warga menuntut pelakunya ditangkap,” kata Supriyamin menginformasikan.

“Saya masih tertahan di Cabang Madaprama, belum bisa pulang,” kata pria yang akrab disapa Emo itu di WAG Lakeynews.com, sekira pukul 22.59 Wita.

Kapolres Dompu melalui Kasat Reskrim IPTU Adhar, S.Sos, membenarkan adanya aksi blokir jalan itu selama beberapa menit.

“Setelah diberikan pemahaman, warga (akhirnya) membuka blokir jalan,” kata Adhar singkat dalam WAG Hukrim Polres Dompu, Minggu (26/12) dini hari.

“Menurut informasi dari keluarga di Madaprama, ada pemuda yang melepaskan anak panah, namun tidak mengenai orang,” sambung Adhar.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, Kapolres Dompu AKBP Iwan Hidayat, S.IK, meluncur ke lokasi blokir jalan begitu mendapat laporan.

Begitu tiba di lokasi, Kapolres mengimbau warga supaya blokir jalan dibuka kembali.  Jika ada kejadian atau korban, warga diminta agar segera melaporkannya ke pihak kepolisian.

“Serahkan dan percayakan kepada kepolisian untuk menanganinya,” imbuh Kapolres Iwan. (tim)