Kapolres Dompu, Daerah NTB, AKBP Iwan Hidayat, S.IK. (ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Kepolisian masih memburu Orang Tidak Dikenal (OTK) yang memanah dan nyaris menewaskan M. Imam Wibowo alias Abi (19), putra Kadis Koperasi dan UKM Kabupaten Dompu, NTB, Khairul Insyan, pada malam Natal 2021.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (24/12) malam, di jalur Manurubata, Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu. Polisi juga masih melacak pelaku yang melepas panah di Desa Madaprama, Kecamatan Woja dan hampir mengenai warga setempat, Sabtu (25/12) malam.

“Kami bekerja serius. Pelaku pemanahan itu masih kita cari,” kata Kapolres Dompu AKBP Iwan Hidayat, S.IK, pada Lakeynews.com melalui telepon genggamnya.

Mengungkap kasus ini, kepolisian sedang mengumpulkan bahan-bahan keterangan. “Kita minta keterangan saksi-saksi yang melihat kejadian di TKP untuk mengetahui pelakunya,” papar AKBP Iwan.

Baca juga: Kasus Panahan Kambuh di Dompu, Nyawa Putra Kadiskop Nyaris Melayang

Kapolres mengaku, upaya-upaya antisipasi dilakukan Polres Dompu dan jajaran agar kasus seperti itu tidak terjadi lagi. Selama ini, sesuai perintah pimpinan, Polres melakukan tindakan preemtif dan preventif.

“Kita upayakan semua untuk meminimalisir terjadi dan terulangnya kasus serupa. Dari patroli, mengubah kegiatan patroli pada jam-jam rawan. Tapi, toh masih terjadi juga,” tuturnya.

Secara jantan Kapolres mengakui, pihaknya kecolongan. Karena, luas daerah pengamanan dan keterbatasan personel karena pada Jumat malam, polisi konsentrasi pengamanan Gereja.

“Itulah yang membuat kita kecolongan. Kasus pemanahan terjadi lagi,” aku pria kelahiran 1980 itu.

Selain upaya antisipasi dan langkah penanganan pascakejadian oleh kepolisian, yang paling penting diharapkan Kapolres adalah keikutsertaan dan keterlibatan semua pihak. Terutama para orang tua dan keluarganya. “Kalau sudah jam malam, laranglah anak-anak kita keluar rumah,” imbuhnya.

Hal tersebut penting, lanjutnya, karena secara umum, pemicu kesalahpahaman dan terjadinya tindakan yang melanggar hukum dan norma berawal dari gesekan geng-geng anak muda. (tim)