Detik-detik Pesawat Apung milik Hotel Aman Wana Sumbawa mengalami insiden, sulit keluar dari Danau di Pulau Satonda setelah nekat mendarat, Minggu (28/11). (ory jeho/lakeynews.com)

DANAU yang ada di dalam Pulau Satonda, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, beberapa hari lalu menunjukkan keanehaan. Aneh, namun benar-benar nyata terjadi.

Pesawat Apung milik Hotel Aman Wana, Sumbawa, nyaris “terkurung” dan tidak bisa naik lagi setelah masuk dan mendarat di danau tersebut.

Pulau Satonda merupakan salah satu destinasi dan aset wisata Kabupaten Dompu. Di dalam pulau itu terdapat sebuah danau.

Disamping panorama alam yang indah dan menakjubkan, juga menyimpan berbagai keunikan dan keanehan yang menjadi tantangan para pelancong.

Hal-hal tersebut yang membuat pulau itu menjadi incaran dan ramai dikunjungi para wisatawan, baik dari lokal hingga mancanegara.

Informasi yang dihimpun Lakeynews.com, ada beberapa keunikan di Danau Satonda. Antara lain, airnya asin, tidak ada ikan yang mampu bertahan hidup, meski dipenuhi lumut.

Keunikan lain yang membuat para pengunjung penasaran adalah debet air yang tetap stabil, kendati air laut kerap mengalami pasang surut.

Saat memasuki area danau, terdapat sebuah pohon. Orang-orang menyebutnya “pohon harapan”. Terlepas benar-tidaknya, konon, setiap orang menggantung batu pada pohon itu dengan nazar tertentu. Jika berhasil, nazar tersebut harus “dibayar”.

Inilah antara lain isi atau bagian dalam Danau di Pulau Satonda. (ist/fb-masangan losong)

Macam-macam niat orang menggantung batu di pohon ini. Ada yang ingin naik jabatan, kaya dan lainnya. Kalau sudah terwujud niatnya mereka harus “bayar” nazarnya.

“Tapi, kalau tidak dibayar, akan mengalami hal kurang baik dalam hidupnya,” ungkap salah seorang pengunjung.

Beberapa sumber yang ditemui Lakeynews.com mengungkapkan hal yang hampir sama terkait keanehan dan keunikan Danau maupun Pulau Satonda yang masuk lokasi Desa Nangamiro itu.

Keanehan yang nyata terjadi dialami salah seorang warga Desa Kadindi, Abdul Wahab. Pria yang dikenal juga sebagai tokoh masyarakat itu mengaku sering berburu menjangan di Pulau Satonda. “Tidak pernah berhasil,” katanya, Rabu (1/12).

Selama dia dan teman-temannya berburu di Pulau Satonda, tidak pernah mendapat mendapat menjangan. “Semakin ditembak, menjangannya semakin banyak yang datang. Tapi, tembakan kami meleset terus,” ceritanya.

Mantan penjaga wisata Pulau Satonda, Gunawan Siregar, juga membenarkan adanya beberapa peristiwa aneh di wilayah Pulau Satonda.

Pada Minggu (28/11) lalu, Pesawat Apung milik Hotel Aman Wana, Sumbawa, sempat mengalami insiden saat hendak lepas landas setelah mendarat di Danau dalam Pulau Satonda.

Menurutnya, pesawat yang mengangkut tamu mancanegara itu, sebelumnya mendarat tanpa kendala. Ketika hendak bertolak dari Danau Satonda, pesawat mengalami kesulitan.

“Sulit naik dan keluar dari danau. Seperti ada yang menarik kembali,” tutur Siregar pada media ini, Kamis (2/12).

Sekitar 11 kali pesawat itu berputar-putar di sekitar danau, baru bisa terbang. “Pesawatnya tidak bisa terbang keluar danau. Itu tadi, seperti ada yang tarik lagi,” sambungnya.

Apa sebenarnya yang terjadi dengan pesawat apung itu, sehingga kesulitan keluar dari danau? Hingga tulisan ini diunggah, belum diketahui dan masih diupayakan konfirmasi ke pilot atau pihak pesawat bersangkutan. (ori jeho/sarwon)