

Butuh Dukungan Dana Pemerintah, Gusmank: Ayu Dkk Inspirasi Dompu
–
PRESTASI gemilang diukir Ayu Sukasari, gadis 22 tahun. Duta Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) asal Kabupaten Dompu ini dipastikan akan mewakili Indonesia ke ajang yang sama di tingkat internasional.
Event bertitel Altitude Word Supermodel 2021 tersebut akan berlangsung di Thailand pada akhir 2021 ini.
Ayu, demikian dia biasa dipanggil. Dia merupakan putri sulung dari tiga bersaudara. Buah hati pasangan Yamin M. Abas (ayah) dan Hafnah (ibu), warga Dusun Finis, Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u.
Terpilih menjadi Duta Remaja Pariwisata NTB 2020, setelah Ayu mampu menyingkirkan sekian banyak utusan semua kabupaten dan kota se-NTB pada paro akhir tahun lalu.
Demikian juga untuk mewakili Indonesia di event internasional, Thailand. Wanita yang tangis pertamanya meletus pada 18 Februari 1999 itu terpilih setelah mendepak sekian perwakilan provinsi dari seluruh nusantara.
Mahasiswi Semester II Bahasa Inggris STKIP Yapis Dompu, direncanakan bertolak ke Thailand akhir tahun ini.
Tanggal dan bulannya, belum pasti. Semula, keberangkatan Ayu dan segenap rombongan dari Indonesia direncanakan September ini. Namun, karena kondisi pandemi Covid-19, keberangkatan diundur.
“Ya, cuma itu tadi, tanggal dan bulan berapa kita berangkat, belum pasti,” kata Ayu didampingi salah seorang kerabatnya, Yuli Machi, Rabu (1/9/2021) malam.
Hal tersebut disampaikan Ayu ketika bertandang ke Redaksi Lakeynews.com yang juga Sekretariat DPD Media Independen Online Indonesia (MIO Indonesia) Kabupaten Dompu, di Lingkungan Parapimpi, Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu.
Ayu yang malam itu mengenakan celana jeans dipadu kaos cokelat, memang benar-benar tampak ayu.
Apa saja persiapan yang dilakukan Ayu untuk menghadapi event pariwisata berskala dunia itu?
Menanggapi itu, dengan nada datar Ayu mengutarakan keinginannya untuk meningkatkan kemampuan dalam berbahasa Inggris yang baik dan benar. Di luar itu, tidak ada yang signifikan.
Terkait keinginan menggenjot kemampuan dan keterampilan dalam berbahasa Inggris tersebut, Ayu mempunyai uneg-uneg untuk menempanya di Jawa.
“Saya mau ikut kursus Bahasa Inggris selama dua bulan di Pare, Kediri, Jawa Timur. Kalau bisa, mulai langsung bulan September ini, biar cepat,” tuturnya.

Hanya saja, untuk mewujudkan keinginannya tersebut, Ayu yang semasa kecil bercita-cita menjadi pramugari ini masih menghadapi kendala serius. Masalah dana.
Dana sangat dibutuhkan Ayu, baik untuk kursus Bahasa Inggris maupun penunjang keberangkatannya ke luar negeri.
Khusus dana kursus, Ayu membutuhkannya untuk biaya kursus itu sendiri, transportasi, memenuhi kebutuhan sehari-hari selama menjalani “pendidikan kilat” bahasa asing itu.
Panitia maupun lembaga penyelenggara event, tidak menyiapkan dana untuk hal-hal seperti ini. Sementara orang tuanya yang penjual bakso, tidak cukup mampu memenuhi kebutuhan biaya tersebut.
Karena itu, satu-satunya harapan dan tumpuan Ayu adalah bantuan pemerintah. “Saya betul-betul mengharapkan pemerintah mau membantu,” pinta Ayu dengan nada memelas.
Meski demikian, Ayu akan sangat berterima kasih jika ada elemen dan komponen lain yang bersedia mendonasinya. “Apakah secara kelembagaan atau secara personel,” sambung Ayu.
Berapa estimasi jumlah dana yang dibutuhkan Ayu?
“Mungkin lebih kurang Rp. 10 juta,” jawab Ayu sembari berharap Lakeynews.com dan insan media lain membantunya memfasilitasi dengan pihak Pemkab Dompu.
Ayu mengaku berada dalam posisi yang sangat pelik. Orang tuanya kurang mampu, Ayu sendiri belum punya penghasilan, sementara penyelenggara tidak menyiapkan dana kursusnya.
Ketika mengikuti event Duta Remaja Pariwisata NTB saja, setelah lolos seleksi tingkat Kabupaten Dompu, Ayu harus pontang panting cari dan kumpulkan duit.
Dia menemui beberapa pejabat (secara pribadi) dan pihak-pihak tertentu di daerah ini. “Saya meminta tolong dan belas kasihan dari beliau-beliau. Alhamdulillah dana terkumpul,” tuturnya.
Yang memilukan lagi, meski terpilih sebagai Duta Pariwisata NTB, Ayu hanya menerima piala dan piagam dari panitia penyelenggara. Tidak ada yang berupa uang, walaupun hanya untuk sekadar pengganti transportasi.
Di sisi lain, Ayu tetap harus memenuhi kewajibannya, melakukan promosi pariwisata. Jika Ayu tidak menunaikan kewajibannya, maka, selempang Duta Remaja Pariwisata NTB akan dicopot.
Ayu Dkk Inspirasi Pariwisata Dompu
Sementara itu, Pimpinan Sanggar Mahardika Mataram, Bliegues Gita alias Gusmank sebagai penyelenggara event Duta Remaja Pariwisata NTB, tidak menafikan beberapa hal yang disampaikan Ayu.
Soal hadiah misalnya. Menurut dia, jangankan di tingkat kabupaten/kotadan provinsi, di tingkat nasional pun hadiahnya hanya piagam dan piala. “Tidak ada hadiah uang,” katanya pada Lakeynews.com via ponselnya, Jumat (3/8/2021) malam ini.
Sebelumnya, dia menjelaskan, sebenarnya event pariwisata tingkat provinsi itu lahir dari ide dan gagasannya. Dia mencetuskan hal itu untuk mencetak generasi muda, generasi cemerlang NTB Gemilang yang mencintai dan memajukan pariwisata di daerah ini.
“Saya berdiri sendiri, tanpa dukungan dana pemerintah. Justru yang support dana kegiatan saya donatur dari luar,” ungkap Gusmank.
Terkait kegiatan promosi pariwisata Dompu oleh Ayu, lanjut Gusmank, memang harus dilakukan. Apalagi hal itu sudah merupakan bagian dari visi-misi Ayu saat lomba dan ingin juara.
“Kalau tidak menjalankan kewajibannya, bukan hanya Ayu, siapapun yang masuk (juara) lima besar akan kita copot selempangnya,” tegasnya.
Di bagian lain, Gusmank mengatakan, “Ayu dkk sebenarnya inspirator bagi dunia pariwisata Dompu.”
Tinggal, menurutnya, Pemda memberdayakan dan memaksimalkan peran Ayu dkk untuk kemajuan pariwisata di daerahnya. (sarwon al khan)
