
H. Burhan: Libatkan Semua Elemen dalam Membangun Desa
–
SATU kegiatan nyaris luput dari pengamatan insan pers. Para kepala desa (Kades) baru di Kabupaten Dompu mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) dan Pembinaan di Ruang Rapat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) setempat, Rabu (18/8/2021).
Rakor dan pembinaan yang mereka (16 Kades) ikuti itu merupakan kali pertama sejak dilantik Bupati Kader Jaelani di Aula Pendopo Bupati pada Jumat (13/8/2021) lalu.
Informasi dari Kasi Pengembangan Desa DPMPD Dompu Imran, SH, hampir semua Kades baru hadir dalam pertemuan yang dilakukan dengan standar Prokes Covid-19 itu.
“Hanya Kades-kades dari Kecamatan Kempo yang tidak dapat hadir,” kata pria yang akrab disapa Boim itu pada Lakeynews.com.
Mengapa?
“Mereka minta izin. Karena, pada waktu yang bersamaan, ada kunjungan Bupati (Kader Jaelani) di Kempo,” jawab Boim.
Hadir memberikan pembinaan kepada para Kades tersebut, Asisten I Setda Dompu H. Burhan, SH, Inspektur Inspektorat Drs. H. Muhibuddin, M.Si, Kabag Hukum Setda Furkan, SH, dan Kepala DPMPD Hairuddin, SH sendiri.
Saat itu, H. Burhan menyampaikan beberapa hal. Salah satunya, ditekankan bahwa proses politik tingkat desa (Pilkades) telah selesai. “Kalian sudah terpilih dan sudah dilantik,” kata Burhan.

Meski demikian, lanjutnya, tentu ada yang merasa kecewa, baik dari calon Kades yang kalah maupun para pendukungnya. Tugas yang harus dilakukan Kades baru mengobati kekecewaan mereka dengan cara melakukan rekonsiliasi.
“Rangkul dan libatkan mereka dalam membangun desa. Itu semua demi mengamankan kehidupan sosial bermasyarakat,” imbuh Burhan.
Baca juga:
(2) Terima SK, Para Kades “Baru” di Dompu Ikuti Rakor dan Pembinaan Perdana
(3) Terima SK, Para Kades “Baru” di Dompu Ikuti Rakor dan Pembinaan Perdana
Para Kades itu diimbau agar mempersiapkan dan memberikan pemahaman kepada keluarga, pendukung dan lingkungannya agar melupakan masalah Pilkades.
“Suasana akibat gesekan selama proses Pilkades kemarin harus diredam. Jangan sampai memperuncing suasana yang menyinggung lawan politiknya,” pesannya.
Khusus para Kades baru yang bukan incumbent, menurut Burhan, akan merasakan suasana yang berbeda dengan sebelum menjabat.
Setelah menjadi Kades, diwanti-wanti supaya mengenali aturan-aturan. Setiap kebijakan yang hendak diambil harus berdasarkan ketentuan yang berlaku. Mulai dari perencanaan, penetapan hingga pelaksanaan programnya.
Burhan juga menekankan, bahwa dalam penyusunan kegiatan, para Kades harus melibatkan semua pihak dan semua elemen masyarakat.
“Perencanaannya harus bisa menempatkan skala prioritas dan urgen bagi kebutuhan masyarakat,” tegas Aji Boa, panggilan H. Burhan. (tim/bersambung)
