Ketua DPRD Dompu Andi Bachtiar, Bupati Dompu “Aby” Kader Jaelani dan para calon Sekda Dompu (Gatot Gunawan P. Putra/1, Muhammad/2 dan Hj. Daryati Kustilawati/3) bersama Pansel Sekda. (dok/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Bupati Dompu “Aby” Kader Jaelani (AKJ) diingatkan dan diminta agar tidak mengedepankan rasa khawatir dan kecurigaan yang berlebihan terhadap siapapun yang akan dipilih dan dipercaya sebagai Sekda kedepan.

“Dalam memilih salah satu dari tiga calon Sekda yang ditetapkan dan diusulkan oleh Pansel, saya minta Bupati Dompu jangan terlalu khawatir dan curiga berlebihan,” kata Ketua DPRD Dompu Andi Bachtiar, Amd.Par, pada Lakeynews.com.

Diketahui, Pansel Sekda Dompu yang diketuai Dr. H. Iwan Harsono, SE, M.Ec, menetapkan tiga nama dari tujuh calon Sekda pada Kamis (29/7) malam lalu. Yakni Gatot Gunawan P. Putra, Muhammad dan Hj. Daryati Kustilawati.

Ketiga nama tersebut telah diusulkan ke Bupati AKJ. Selanjutnya, Bupati yang akan memilih salah satu diantaranya untuk ditetapkan dan dilantik sebagai Sekda.

Baca juga: Hasil Pansel, Gatot Terbaik; AKJ Ingin Siapa?

Hingga Senin (2/8) malam ini, belum ada informasi tentang siapa yang dipilih AKJ. Bocorannya pun belum ada hembusan yang diendus media ini.

Andi Bachtiar memberikan ruang dan menyerahkan sepenuhnya Bupati AKJ menjalankan kewenangannya dalam memilih calon Sekda. “Saya tidak ingin masuk ke wilayah yang menjadi kewenangan Bupati,” tegas politisi NasDem yang akrab disapa Bang Andi itu.

Sesuai komitmen Bupati dari awal, lanjut Bang Andi, jika dihadapkan dengan pilihan yang sulit, Bupati akan salat Istikharah dulu. Minta petunjuk terlebih dulu pada Yang Maha Kuasa.

“Kita semua tahu, bahwa Bupati/Wabup dengan Sekda itu kan ibarat suami-istri. Kita support saja, pejabat mana atau siapapun dari tiga orang itu yang akan dipilih Bupati,” paparnya.

Bang Andi mengaku, sebagai anggota bahkan sebagai pimpinan dewan, pihaknya tidak boleh masuk terlalu jauh ke ranah itu. Apalagi sampai terkesan mengatur atau mengarahkan. “Kita tidak bisa begitu,” tegasnya.

“Makanya, jujur saja, selama beberapa hari terakhir saya menghindari ketemu atau bersama Bupati. Saya tidak mau terkombinasi dengan perspektif-perspektif yang aneh,” ungkap Bang Andi.

Menurut dia, soal kelayakan tiga orang yang diusulkan Pansel, tidak diragukan lagi. Bahkan bukan hanya tiga orang tapi ketujuh-tujuhnya (peserta seleksi calon Sekda).

Hanya yang Bang Andi harapkan, Bupati dapat memilih figur yang lebih tepat untuk membantunya sebagai pimpinan tertinggi di Setda Dompu.

Dia optimis, apapun keputusan dan siapapun pilihan Bupati, itulah yang terbaik bagi Bumi Nggahi Rawi Pahu. Sesuai hasil kajian yang komprehensif, serta petunjuk dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.

Saat Pilkada kemarin, para ASN (khususnya pejabat) ditengarai terbagi tiga (ke tiga pasangan Cabup/Wabup). Sehingga, publik berharap figur calon Sekda pilihan Bupati adalah yang mampu memayungi semuanya. Bagaimana menurut Anda?

Tiga calon Sekda yang diusulkan Pansel ke Bupati, kata Bang Andi, diperkirakan tidak ada yang mendukung AKJ-Syah pada Pilkada. “Tujuh-tujuh calon Sekda yang mengikuti seleksi itu mungkin saja tidak ada yang mendukung pasangan AKJ-Syah,” tegasnya.

Namun, Bang Andi sangat menghargai semangat AKJ-Syah. Dengan keterbatasan waktu untuk memimpin Dompu (tidak sampai lima tahun), saat ini, Bupati/Wabup tidak lagi mengedepankan atau mengaitkan masalah Sekda ini dengan Pilkada.

Bang Andi mengakui dan memaklumi, sebagai manusia biasa dan secara emosional (pribadi), bisa saja ada perasaan seperti itu dari AKJ-Syah.

AKJ sekarang, lanjutnya, sangat menyadari bahwa dalam memimpin dan mengambil suatu kebijakan (keputusan) sudah ada, jelas dan tegas regulasinya.

Pada sisi lain, Bang Andi sempat menyinggung para loyalis rezim HBY-Arif. Dimana, terjemahan terhadap kata “loyalis” atau loyalitas pejabat pada rezim sebelumnya, itu kadang multi tafsir.

“Sebenarnya mereka loyal pada H. Bambang M. Yasin (HBY/Bupati saat itu, red), bukan kepada Umi Eri (Hj. Eri Aryani, calon Bupati yang juga istri HBY, red),” tuturnya.

Diperkirakan pula, ada personel ASN (pejabat) yang karena pernah mendapat posisi pada era Bupati H. Syaifurrahman Salman, mereka kemudian mendukung H. Syaifurrahman pada Pilkada kemarin.

“Itu biasa dan dapat dipahami. Hal yang sama juga bukan tidak mungkin akan mereka lakukan, jika AKJ-Syah memberikan kesempatan yang sama pada orang-orang ini,” urai Bang Andi.

Kalau kemudian muncul kekhawatiran akan terjadi “balas dendam” oleh Sekda “baru” terhadap lawan politik, Bang Andi menegaskan, hal itu kita serahkan kepada Allah SWT, Sang Pemilik Kekuasaan Hakiki.

“Kita tidak akan bisa ngapa-ngapain kalau saban waktu kita dihadapkan dengan segala macam kecurigaan,” tegasnya.

Bang Andi kemudian mempertanyakan, “adakah yang bisa menjamin atau menggaransikan bahwa jika salah satu dari tiga calon Sekda itu (ketika terpilih menjadi Sekda) akan membuat pemerintahan AKJ-Syah akan begini atau begitu?”

Dia mencontohkan Muhammad, st, M.Si (salah satu calon Sekda). Karena ada unsur keluarga dengan AKJ, apakah itu jaminan bahwa pemerintahan AKJ-Syah menjadi lebih baik atau bagaimana? Mampu merangkul semua pihak? Mengamankan segala kebijakan AKJ? Atau, secara politik AKJ akan semakin bagus?

“Kan semua itu tidak ada jaminan. Dan, tidak ada yang bisa memberikan jaminan untuk itu,” cetusnya.

Demikian juga sebaliknya, jika naik calon lain. Gatot Gunawan misalnya. Gatot orangnya low pfile segala macam. Mungkin tidak banyak pengaruh, tapi dari sisi strategi dan lainnya barangkali memiliki kecakapan.

“Juga tidak ada yang bisa memberikan jaminan bahwa dia akan seperti apa,” tegasnya. “Begitu pula dengan Umi Yat (Hj. Daryati Kustilawati, red),” sambung Bang Andi.

Terkait hal ini, dia sangat yakin, AKJ tidak akan mengenyampingkan regulasi yang ada dan menjadi pijakan dalam menggerakkan roda pemerintahannya.

Lagi pula di era sekarang, tidak mudah seorang pemimpin, kepala daerah melakukan kesewenang-wenangan. Karena sudah ada regulasi yang jelas. Ada Komisi ASN juga. “AKJ sudah sadar betul akan hal itu,” tukasnya.

Bang Andi tidak menafikan, bahwa saat suksesi Pilkada lalu, menguat suara-suara minor. Misalnya, mereka yang tidak mendukung kemarin akan digusur semua.

Tapi, setelah AKJ-Syah dilantik sebagai Bupati dan Wabup, maka pelaksanaannya tidak sesederhana yang diucapkan.

Sekarang ini, AKJ-Syah tengah membidik orang-orang yang bisa diajak kerja sama, membangun Dompu yang lebih baik dan lebih maju.

Sebelum mengakhiri wawancara, Bang Andi kembali menegaskan, dirinya tidak ingin masuk ke wilayah kewenangan Bupati. Bupati ingin memilih siapa, itu hak Bupati dan Bupati lebih tahu.

Dia hanya meminta Bupati agar dalam memilih satu di antara tiga orang itu, jangan terlalu khawatir dan curiga yang berlebihan terhadap siapapun orang yang dipilih.

“Perasaan itu hanya akan mengganggu Bupati. Ikhlaskan saja. Tidak perlu melihat histori dari Pilkada,” imbuh Bang Andi. (won)