Ketua DPRD Dompu Andi Bachtiar, A.Md.Par (depan, baju batik) bersama Bupati “Aby” Kader Jaelani (tengah) saat menyambut rombongan pengantar mahar Briptu Ardiansyah dengan dr. Gita Suci Ariani, di Calabai, Pekat. (ory jeho/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Ketua DPRD Dompu Andi Bachtiar, A.Md.Par mengajak generasi muda Kecamatan Pekat khususnya dan Kabupaten Dompu umumnya untuk melestarikan tradisi dan budaya daerah.

“Mari kita lestarikan tradisi dan budaya kita. Baik itu budaya dari Suku Mbojo maupun Suku Sasak,” kata Andi saat memberikan sambutan keluarga pada acara serah terima mahar Briptu Ardiansyah dan dr. Gita Suci Ariani di Calabai, Senin (21/6).

Menurutnya,  selama ini, tradisi dan budaya Mbojo hampir punah. “Silakan hidupkan kembali tradisi dan budaya daerah kita. Pakaian dan alat-alat keseniannya, saya siapkan,” tegasnya.

Tradisi dan seni budaya, seperti Hadrah, Gantao, yang dulu tenar dan menjadi kebanggaan, kini sirna diterkam perkembangan zaman.

Dia mencontohkan, para pemain seni Hadrah saat ini adalah orang-orang tua yang seharusnya menikmati masa tuanya. “Saya yakin, generasi yang baik adalah generasi yang tidak melupakan sejarah dan budaya,” tukasnya.

Sehari setelah Ketua DPRD melontarkan pernyataan tersebut, sejumlah kelompok generasi muda Kecamatan Pekat, langsung sibuk menyusun rencana program untuk mengembangkan tradisi dan budaya khas daerah.

Supardin alias Ujang, salah seorang pemuda Pekat pada Lakeynews.com mengatakan, siap menerima tantangan ketua DPRD Dompu itu untuk menghidupkan kesenian daerah.

Ujang meyakini, ketua dewan akan menepati pernyataannya. Apalagi ketua dewan menyampaikan itu di hadapan masyarakat umum. (orj)