
Bertekad Tata Internal Lebih Baik, Semua Satuan Bersih dari Pungli
.
POSISI Waka Polres Dompu kini dijabat Komisaris Polisi (Kompol) Abdi Mauluddin, S.Sos. Kompol Abdi dipercaya menggantikan Kompol I Nyoman Adi Kurniawan, SH.
Sebelumnya, Kompol Abdi menjabat Kasubdit Mulmed Bidhumas Polda NTB. Sedangkan Kompol Nyoman Adi selanjutnya menjabat Kasubbag Renmin Roops Polda NTB.
Mereka telah melakukan serah terima jabatan (Sertijab) di Mapolres Dompu, Senin (14/6) pagi. Bersamaan dengan Sertijab sejumlah perwira lain, termasuk Kasat Resnarkoba dan Kasat Lantas.
Siapa sebenarnya Kompol Abdi Mauluddin ini?
Kompol Abdi Mauluddin memiliki nama kecil Deny. Teman-teman sekolahnya, dari SD hingga SMA (dulu SMU) juga memanggilnya Deny. Bahkan, saat kuliahpun, sebagian temannya masih memanggilnya Deny.
Namun, sejak bergabung dan menjadi anggota polisi, mayoritas temannya memanggil dia Abdi.
Tetapi apapun nama panggilannya, Kompol Abdi dikenal sebagai sosok polisi yang bersahaja, pergaulan luas, mudah berkomunikasi dan low profile.
Deny lahir di Bima, 1 Mei 1972. Dia merupakan anak ketiga dari tujuh bersaudara. Buah hati dari pasangan almarhum M. Qadri H. Ahmad dan almarhumah Dra. St. Asyiah (Dosen STISIP Mbojo – Bima).
Sekian tahun yang lalu, Deny menikahi Reni Meilani, putri almarhum H. Ibrahim Ibnu dan H. St. Fatimah. Hasil pernikahannya dengan wanita asli Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Kompol Abdi dikaruniai tiga orang anak yang semuanya putra.
Pendidikan formal si pemilik tinggi/berat badan 168 Cm/75 Kg itu, semuanya dijalani dan dituntaskan di Bima. Kecuali Pendidikan Pertama Perwira Polri Sumber Sarjana Februari – Desember 2001, yang di luar Bima.
Sekolah dasarnya di SDN 3 Bima, mulai tahun 1978 hingga 1984. Kemudian SLTPN 2 Bima (1984-1987), SMU Muhammadiyah Bima (1987-1990) dan perguruan tinggi (S1) di Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Mbojo-Bima (1992-1996).
Sedangkan pendidikan Non Formal yang pernah ditimbanya, antara lain; A Training Of Trainer on Bacis Community Policing (Januari 2005), Train The Trainer Police Survival Skill From International Criminal Intvestigative (ICITAP, September 2005), Train Of Trainers on Human Right for National Polisi Trainers (Juli 2006) dan Bangspes Ins Idik TP Teroris (Agustus 2009).
Lulusan Perwira Polisi Sumber Sarjana Tahun 2001 itu sudah cukup melanglang buana. Penempatan pertamanya di Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) sampai 2008. Selanjutnya pindah tugas di Polda NTB.
Selama sekitar 20 tahun berkarier di Kepolisian, sejumlah jabatan pernah dipegangnya. Di Polda NTT misalnya, Deny sempat menjabat Kasubag Ops Polres Manggarai, Pamapta C Polresta Kupang, Kanit Reskrim Polresta Kupang, Patun Korsis SPN Kupang dan Kasat Pamprof Polda NTT.
Begitu dimutasi ke NTB yang merupakan provinsi kelahirannya, Bang Deny ditempatkan sebagai Kanit Negosiator Densus 88 Polda NTB. Selanjutnya, menjadi Kapolsek Praya Barat Lombok Tengah, Kapolsek Pemenang Lombok Utara dan Kasat Resnarkoba Lombok Barat.
Kemudian menjadi Danki Dalmas Polda, Kabag Ops Polres Bima Kota, Kanit Kilas Pam Obvit Polda, Kakorsis SPN Belanting Polda NTB, Waka Polres Bima Kabupaten, PS Kasubdit Mulmed Humas Polda NTB dan sekarang diamanahkan menjadi Waka Polres Dompu.
Apa saja kiatnya untuk membantu Kapolres AKBP Syarif Hidayat, SH, S.IK, baik dalam menciptakan Kamtibmas Dompu yang lebih kondusif maupun membuat institusi dan segenap anggota Kepolisian lebih dicintai rakyat di daerah ini kedepan?
Sesuai tugas dan fungsi pokok (Tupoksi)-nya, Deny akan fokus membantu Kapolres, terutama dalam penataan internal korps baju cokelat itu di Dompu.
“Bagaimana polisi makin dicintai rakyat. Polisi harus memberikan contoh dan keteladanan yang baik pada rakyat,” kata Deny pada Lakeynews.com, Kamis (17/6) pagi.
Salah satu yang hendak dipertajamnya kedepan adalah Polres Dompu dan jajaran terhindar dan terbebas dari pungutan liar (Pungli) di semua satuan.
“Misalnya, di Satuan Lalu Lintas, Reskrim, Resnarkoba dan lainnya, termasuk di Polsek-polsek, semuanya harus bebas dari Pungli,” tegasnya.
Semua anggota di jajaran Polres Dompu harus sadar dengan fungsi Polri sebagai Pelindung, Pengayom dan Pelayan. “Rakyat harus dilindungi, diayomi dan dilayani. Bukan ditindas dengan Pungli atau sikap-sikap yang merusak citra kepolisian,” tegasnya.
Jika ada oknum polisi yang ketahuan dan terbukti melakukan hal-hal yang bertentangan dengan fungsi sebagai Pelindung, Pengayom dan Pelayan, Deny berjanji, akan mengambil tindakan tegas.
“Anggota tidak boleh bertindak sewenang-wenang. Hormati dan hargai rakyat. Lindungi, ayomi dan layani rakyat dengan sebaik-baiknya. Jika itu dilakukan dengan sungguh-sungguh, Insya Allah polisi akan semakin dicintai rakyat,” paparnya.
Pada sisi lain, Deny mengungkapkan, masyarakat Kabupaten Dompu sebenarnya dan pada umumnya orang yang mudah diajak bicara. Tidak sulit jika terbangun komunikasi dengan baik.
“Dengan moto Nggahi Rawi Pahu, mereka akan malu untuk melakukan hal-hal yang bersifat melanggar. Mereka akan berpikir panjang sebelum melakukan sebuah pelanggaran,” urainya. (sarwon al khan)
