Rombongan RAN Foundation, unsur Muspika Pekat, Kades Kadindi dan beberapa tokoh masyarakat saat melakukan survei lokasi Agro Wisata. (ory/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Pemkab Dompu melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) tengah berupaya memenuhi sejumlah persyaratan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam rencana Pengembangan Wisata Satonda.

Di antara persyaratan tersebut, Disbudpar Dompu diminta segera membuat Rencana Induk Pengembangan Wisata (Riperda) menjadi Perda Pariwisata. Kemudian, mengeluarkan SK Desa Wisata.

Selanjutnya,mendetailkan rencana pembangunan lokasi wisata, seperti sarana jalan masuk, bentuk bangunan, taman dan sarana penunjang lainnya. Dan, segera membuat Rencana Anggaran dan Belanja (RAB).

“Sejumlah persyaratan tersebut harus sudah diterima pihak Kementerian Parekraf dua minggu terhitung sejak dilakukan presentasi pada 18 Mei 2021,” kata Kepala Dinas Disbudpar Dompu Ir. H. Khaerul Insan, SE, MM, pada Lakeynews.com di Labu Barat, Desa Nangamiro, Kecamatan Pekat, Rabu (26/5).

Terkait hal itulah, hari ini (Rabu), rombongan Disbudpar, Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Rai Aina Ngantu (RAN) Foundation hadir ke Pekat. “Kami hadir untuk menyelesaikan permintaan Kemenparekraf. Termasuk mengukur panjang jalan yang akan dibuat di sepanjang Teluk Desa Nangamiro,” jelas pria yang akrab disapa Dae Mpera itu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu Ir. H. Khaerul Insan, SE, MM. (ory/lakeynews.com)

Diketahui, beberapa waktu lalu, Bupati Dompu Kader Jaelani didampingi Dae Mpera, Plt. Kepala Bappeda-Litbang Muhammad Syahroni bersama Presiden RAN Fundation Ir. Muhammad Ruslan melakukan pemaparan konsep Pengembangan Wisata Satonda.

Presentasi pada 18 Mei lalu itu dilakukan di hadapan Menteri Parekraf/Kepala Badan Parekraf Sandiaga Salahuddin Uno dan perwakilan Menteri Kemaritiman.

Setelah presentasi itu, pihak Kemenparekraf menyetujui rancangan dari Dompu itu. Kemenparekraf meminta Pemkab Dompu segera menyelesaikan dan menyiapkan sarana pendukungnya.

Dalam rencana pengembangan wisata ini, lanjutnya,  ada beberapa tugas (syarat) yang harus segera disiapkan oleh pemerintah Kabupaten Dompu, seperti disebutkan di atas.

“Nah, untuk menyikapi hal itu, hari ini kami datang dengan Dinas PU untuk mendetailkan lokasi Pengembangan Wisata Satonda, di mana letaknya. Mengukur sarana jalannya, sehingga bisa dibuatkan RAB-nya. Itu tugas kita sekarang, dengan deadline waktu yang begitu singkat,” paparnya.

Presiden RAN Foundation Ir. Muhammad Ruslan. (ist/lakeynews.com)

Sementara itu, Konseptor Pengembangan Wisata Satonda Ir. Muhammad Ruslan pada Lakeynews.com mengatakan, pihaknya sudah menindaklanjuti satu tahapan dalam memperjuangkan Pengembangan Wisata Pulau Satonda.

Hari ini dan kemarin pihaknya hadir untuk menindaklanjuti hasil pertemuan dengan Menteri Parekraf, mendetailkan beberapa komponen pariwisata yang dikembangan di kawasan Satonda.

Komponen yang akan dikembangkan, antara lain,  membangun wisata pantai Labu Barat, membangun Diving Center dan pembuatan Jalan Tebing sepanjang Teluk Nangamiro.

Sementara untuk Desa Kadindi dan Desa Tambora, lanjut pria yang dekat dengan panggilan Dae Olan itu, akan dijadikan lokasi Agro Wisata. Yakni untuk Wisata Buah dan Wisata Budaya.

Senada dengan Dae Mpera, Dae Olan juga mengaku, kehadiran mereka di tempat itu untuk mendetailkan lokasi dan letak yang akan dijadikan lokasi wisata. Merancang bentuk gambar bangunannya, sehingga bisa segera mungkin merancang RAB. “Semua itu harus sudah masuk ke kementerian, dua minggu terhitung saat presentasi. Tidak ada waktu lagi,” tegas Dae Olan. (orj)