Istri Wakil Bupati Dompu, Hj. Siti Faridah Syahrul Parsan, tampil apa adanya saat ditemui di kediamannya, Rabu (21/4). (ady/lakeynews.com)

Menguji Perempuan untuk Lebih Berinovatif, Beradab dan Sopan Santun

DOMPU, Lakeynews.com – Momen peringatan hari Kartini tahun 2021 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, sejumlah kegiatan digelar untuk memeriahkannya. Namun lantaran pandemi wabah corona, peringatan tahunan ini dilakukan secara sederhana.

Hal itu dikatakan Istri Wakil Bupati Dompu Hj. Siti Faridah Syahrul Parsan saat ditemui di kediamannya, Rabu (21/4).

Menurutnya, saat ini benar-benar sangat diuji di semua lini dan bidang kehidupan. “Apalagi, hari-hari terakhir ini jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di Dompu terus meningkat,” jelas Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Dompu ini.

Hari Kartini tahun ini, katanya, momentum menguji peran dan gagasan kaum perempuan dalam membantu bangsa di tengah wabah Covid-19. “Setiap perempuan diharapkan memiliki peran dan kontribusi masing-masing di tengah ujian wabah Corona yang menghantui Indonesia,” harap wanita yang kini berusia 52 tahun ini.

Istri Wakil Bupati Dompu, Hj. Siti Faridah Syahrul Parsan sedang menyiapkan menu buka puasa di kediamannya. (ady/lakeynews.com)

Lebih lanjut ibu empat anak ini menjelaskan, yang harus dimiliki para Kartini di zaman ini yaitu adab dan sopan santun, serta keteladanan. “Karena wanita itu pendidik bagi anak-anaknya disamping sebagai orang tua dan istri,” ujarnya.

“Kartini di zaman ini harus pintar, inovatif dan solutif, sehingga apapun masalah, kita bisa mencari solusinya dengan bijak,” bebernya.

Selain itu, dia mengajak para kartini masa kini untuk lebih peka terhadap lingkungan sosial masyarakat di sekitarnya dan saling membantu satu sama lain. “Saat ini, perempuan juga berperan sebagai teman sekaligus guru bagi anak-anak selama di rumah, sosok perempuan yang bijak sangatlah penting hadir saat ini,” imbuhnya.

“Seperti mengelola ekonomi agar bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga, maupun guru yang baik bagi anak dan suami agar melarang mereka beraktivitas di luar rumah jika tidak penting,” beber ibu empat anak ini. (ady)