
GENAP 20 hari setelah drh. Khairul Akbar, M.Si dilantik sebagai Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Kadisnakeswan) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Lakeynews.com berkesempatan mewawancarai khusus pria yang akrab disapa Dokter Herry itu pada Kamis (15/4) siang.
Dokter Herry dilantik Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Siti Rohmi Djalillah di Kantor Gubernur pada 26 Maret 2021. Dia dilantik bersama sejumlah pejabat lain di lingkup Pemprov NTB.
Baca juga: Dokter Herry Ibarat Emas dalam Lumpur; di Dompu Hanya Kabid, ke Pemprov Jadi Kadis
Banyak hal yang dibicarakan Dokter Herry dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam di ruang kerjanya tersebut. Mulai dari urusan pribadi hingga soal kedinasan, tugas pokok dan fungsi (Tupoksi)-nya sebagai Kadisnakeswan.
Menakjubkan. Dari perbincangan yang lumayan panjang itu juga terungkap, ternyata Dokter Herry merupakan putra Kabupaten Dompu pertama yang memegang pucuk pimpinan dinas yang bermarkas di Jalan Airlangga Nomor 56 Mataram itu.
Yang tampak terdokumentasi di kantor Disnakeswan NTB saat ini, 13 pejabat yang memimpin lembaga itu mulai tahun 1965 hingga 2021. Termasuk Dokter Herry. Salah satunya lagi, Ir. Hj. Budi Sepriani sempat menjabat dua kali (2013-2016 dan 2018-2021).
Sayangnya, penulis tidak sempat mengonfirmasikan dari mana saja asal ke-12 mantan pimpinan lembaga itu.
Menurut dokumen yang ada, pada 1965-1986 nama lembaga itu adalah Inspektur Kehewanan Provinsi Daerah Tingkat I NTB. Pada masa itu tiga pejabat yang pernah memimpin di sana. Periode 1965-1969 dijabat drh. H.M. Anwar Abidin, Periode 1969-1978 dijabat drh. Marcana dan Periode 1978-1986 jabatan itu dipangku drh. Omik Koswara.

Tahun 1989, nomenklatur lembaga itu berganti nama menjadi Dinas Peternakan (Disnak) Provinsi Tingkat I NTB. Jabatan Kadisnak Periode 1989 hingga 2000 dipegang drh. H. Djamaluddin H. Usman. Kemudian, Periode 2000-2003 dijabat Ir. Mathur Riady, MA. Selanjutnya, Periode 2003-2005 diduduki Ir. H. Lalu Widjaje.
Seiring kembali berubahnya nomenklatur menjadi Disnakeswan Provinsi NTB, pimpinan lembaga itupun ikut berganti. Selama tiga tahun, Periode 2005-2008 dijabat drh. H. Abdul Muthalib, MM. Pejabat berikutnya, drh. H. Abdul Samat yang menjabat 2008-2010, Dr. Ir. H.S.H. Dilaga, MS, periode 2010-2012 dan Ir. H. Hery Erpan Rayes pada 2012-2013.
Pada Periode 2013-2016 jabatan itu dipegang seorang wanita, Ir. Hj. Budi Septiani. Jabatan itu kemudian diduduki drh. Aminurrahman, M.Si pada 2016-2018. Dan, kembali dipegang Ir. Hj. Budi Septiani pada Periode 2018-2021.
Mulai 26 Maret 2021 lalu, Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah memercayakan drh. Khairul Akbar, M.Si yang sebelumnya menjabat Kabid di Bappeda-Litbang Dompu sebagai pucuk pimpinan di Disnakeswan NTB.
“Ini amanah yang luar biasa diberikan oleh Gubernur kepada saya. Insya Allah, saya akan menunaikan amanah serta tugas ini secara maksimal dan penuh tanggung jawab,” ucap Dokter Herry yang saat itu mengenakan baju batik orange dengan corak beberapa warna.
Bagaimana upayanya untuk lebih memajukan sektor peternakan dan kesehatan hewan di provinsi ini? Apa saja program dan terobosan yang sedang dan akan dilakukannya? Seperti apa targetnya? Ikuti kupasannya pada tulisan-tulisan berikutnya.
(zulhaq/sarwon/bersambung)

Mantap Bang Sarwon…tulisannya,
Kembangkan terus informasi-informasi inovasi dan konstruktifnya….