Pertama kali Drh. Khairul Akbar, M.Si menduduki kursinya sebagai Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, langsung beberapa saat setelah dilantik, Jumat (26/3). (ist/lakeynews.com)

Sempat Naik-Turun Eselon III-IV, Dua Kali Ikut Pansel Kabupaten Terpental

.

CATATAN: Sarwon Al Khan, NTB

.

DOKTER Herry ibarat emas asli 24 karat yang bertahun-tahun berlumur lumpur. Begitu ditemukan, diangkat dan dicuci bersih, baru kelihatan emasnya.

Betapa tidak? Di Pemkab Dompu, pemilik nama lengkap Drh. Khairul Akbar, M.Si, sekitar 16 tahun bertengger di Eselon III. Dan, bolak-balik di jabatan kepala bidang (Kabid) dan kepala sub bidang (Kasubbid).

Dua kali mengikuti seleksi (selanjutnya, disebut Pansel/panitia seleksi) untuk jabatan Eselon II di Pemkab Dompu, dua kali pula Dokter Herry terpental. Pertama, untuk posisi Kadis Peternakan. Dan, kedua, sebagai Staf Ahli.

Namun, di Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB), sekali dan baru pertama mengikuti Pansel, Dokter Herry langsung tembus alias lolos sebagai Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan).

Sumber daya manusia hebat yang selama ini terkesan diabaikan di Pemkab Dompu ini, mampu bersaing dan akhirnya berhasil menyisihkan beberapa peserta Pansel lainnya.

Sesuai data yang diperoleh Lakeynews.com, Dokter Herry mulai memegang jabatan Eselon III tahun 2005. Bupati Dompu saat itu memercayakannya sebagai Kasubdin Kesehatan Hewan pada Disnakeswan, dengan Eselon III/a.

Kemudian pada 2009, eselonnya turun ke III/b dan diberi jabatan sebagai Kabid Keswan.

Yang lebih parah lagi, tahun 2017, eselon Dokter Herry bukan naik tapi justru diturunkan ke IV/b. Kala itu dimutasi sebagai Kasubbid Pertanian, Kelautan dan Perikanan.

Baru kembali ke Eselon III dan dipercaya sebagai Kabid Sosial dan Budaya pada Bappeda-Litbang tahun 2019-2020. Terakhir, Dokter Herry digeser sebagai Kabid Perencanaan Ekonomi pada Bappeda-Litbang di penghujung masa pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati, H. Bambang M. Yasin – Arifuddin.

Saat memangku jabatan Kabid Perencanaan Ekonomi pada Bappeda-Litbang (hingga sekarang) itulah, Dokter Heri mendapat informasi tentang adanya pembukaan Pansel untuk beberapa jabatan Eselon II di Pemprov NTB.

Setelah membaca semua ketentuan dan syarat, Dokter Herry memutuskan untuk mengambil bagian dan mengikuti Pansel tersebut. Dia memilih “kejar” posisi Kadisnakeswan.

Drh. Khairul Akbar, M.Si, di depan kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB. (ist/lakeynews.com)

Dia berani maju bukan dengan hanya modal nekat atau kedekatan dengan pejabat tertentu di provinsi. Lebih dari itu, Dokter Herry merasa dirinya berkompeten dan mampu untuk posisi tersebut.

“S1 saya lulusan IPB tahun 1992. Saya S1 dokter hewan. Sedangkan S2 saya, Peternakan Unram tahun 2007, dengan predikat Cumlaude. Jadi, saya sadar betul dengan kemampuan dan kompetensi saya,” kata Dokter Herry pada Lakeynews.com, Sabtu (27/3) siang menjelang sore tadi.

Ketika Dokter Herry menjalani proses seleksi, Tim Pansel sempat melontarkan pertanyaan yang cukup menarik baginya. Dokter Herry ditanya tentang alasan berani mengikuti Pansel untuk Kadisnakeswan Provinsi NTB. Karena, di Pemkab Dompu dia hanya sebagai Kabid.

Menjawab pertanyaan itu, Dokter Herry memberikan pernyataan tegas. “Saya katakan kepada Tim Pansel, saya berpengalaman dan saya punya kemampuan,” ujarnya.

“Dari sekitar 20 tahun bertugas di Disnakeswan Dompu, lebih kurang 10 tahun sebagai Kabid Kesehatan Hewan,” sambung Dokter Herry.

Motivasi lain Dokter Herry mengikuti Pansel tersebut, karena berdasarkan pengalaman selama ini, yang menjadi Kadisnakeswan NTB rata-rata dari Pulau Sumbawa.

“SDM di kabupaten dan kota tidak kalah dengan SDM yang ada di provinsi,” ungkap Dokter Herry sembari menyebut beberapa nama seniornya yang pernah menduduki posisi Kadis Nakeswan NTB.

Singkatnya, Dokter Herry lolos seleksi oleh Tim Pansel. Puncaknya, Jumat (26/3) dia dilantik oleh Wagub NTB Dr. Hj. Siti Rohmi Djalillah di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB.

Bersama Dokter Herry, dilantik juga delapan Pimpinan Tinggi Pratama lainnya. Dari sembilan pejabat Eselon II itu, lima diantaranya posisi kepala dinas (Kadis) –termasuk Dokter Herry, tiga kepala biro (Karo) Setda dan satu direktur rumah sakit.

Wagub NTB Dr. Hj. Siti Rohmi Djalillah memberikan ucapan selamat kepada sembilan pejabat Eselon II yang dilantik di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB. (ist/lakeynews.com)

Berikut selengkapnya sembilan pejabat yang lantik Wagub tersebut;

  1. Drs. H. Surya Bahari sebagai Kadis Pemuda dan Olahraga. Sebelumnya, Sekdis Pemuda dan Olahraga NTB.
  2. Drh. Khairul Akbar, M.Si, Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan. Sebelumnya, Kabid Perencanaan Ekonomi pada Bappeda dan Litbang Kabupaten Dompu.
  3. Zulmansyah, S.Hut, M.AP, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan. Sebelumnya, Kabid Pengelolaan Hutan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB.
  4. Jamaludun, S.Sos, MT, Kadis Perumahan dan Permukiman. Sebelumnya, Kabid Pemukiman Dinas Perumahan dan Pemukiman NTB.
  5. Muhamamd Riadi, SP, M.Et.Dev, Kadis Pertanian dan Perkebunan. Sebelumnya, Sekdis Sumber Daya Mineral NTB.
  6. Subhan Hasan, S.Sos, Karo Pemerintahan dan Otonomi Daerah (Otda). Sebelumnya, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri NTB.
  7. Ir. H. Ahmadi, S.Pi, Karo Administrasi Pembangunan. Sebelumnya, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD NTB.
  8. Hj. Eva Dwiyani, SP, Karo Perekonomian. Sebelumnya, Sekretaris Badan Pengeloaan Pendapatan Daerah NTB. Dan,
  9. dr. HL. Herman Mahaputra, Direktur RSUD Provinsi NTB. Sebelumnya, Direktur RSUD Kota Mataram.

Mendapat kepercayaan dan amanah sebagai Kadisnakeswan, Dokter Herry secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah dan jajaran.

“Insya Allah, kepercayaan dan amanah ini akan kami jalankan secara total dan semaksimal mungkin,” tutur Dokter Herry sembari memohon doa dan dukungan semua lapisan masyarakat NTB, termasuk Kabupaten Dompu.

Wagub: APBD Kita Terbatas, Kedepankan Inovasi dan Kreativitas

Ketika melantik Dokter Herry dan delapan pejabat eselon II lainnya, Wagub Hj. Siti Rohmi Djalilah mengingatkan agar amanah dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya.

“APBD kita saat ini terbatas. Para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov NTB harus lebih mengedepankan inovasi, kreativitas dan kesungguhan dalam pengabdian. Sehingga, apa yang kita tawarkan bisa sukses,” pesan Wagub.

Disamping mengharapkan para pejabat baru agar mengetahui dan lebih memahami visi-misi NTB Gemilang, Wagub juga mengingatkan tentang perlunya memperkuat manajemen kerja di masing-masing OPD.

“Manajemen kerja organisasi yang saudara-saudara pimpin, seluruhnya dijadikan satu kekuatan dan saling menguatkan satu sama lain,” imbuh Ummi Rohmi. (*)