
Ori Bari: Tetap Kedepankan Protokol Covid, Konsekuensinya Biaya
–
DOMPU, Lakeynews.com – Pemerhati pendidikan yang juga orang tua murid di Kabupaten Dompu Imansyah Soebari, mendukung Ujian Tengah Semester (UTS) 2021 yang dimulai besok, Senin (8/3) hingga Sabtu (13/3) dilakukan secara tatap muka.
Karena itu, mantan wakil ketua DPRD Dompu itu mendorong Bupati Dompu “Aby” Kader Jaelani (AKJ) agar segera mengambil kebijakan UTS tatap muka. Tentu dengan terlebih dulu mencabut Surat Keputusan (SK) Bupati tentang Larangan KBM Tatap Muka.
Sebelumnya, desakan terhadap Bupati agar mencabut SK Pemberhentian Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka juga datang dari anggota Komisi III DPRD Dompu Muhammad Rasyid Ridha
Baca Juga: UTS Dimasa Covid-19; Dompu Siap tapi Daring Terkendala
Soebari menegaskan, UTS ini merupakan kalender pendidikan nasional dan perintah Undang-undang. Maka, mutlak harus dijalankan. Surat edaran bupati itu dicabut atau tidak dicabut, UTS tetap harus dijalankan.
Hanya menjadi persoalan, UTS daring (online) mengalami kendala. Kenyataan di lapangan, kemampuan ekonomi masyarakat untuk UTS dan KBM daring ini menjadi masalah dan pertanyaan.
“Kalau risikonya di situ, ya, pilihannya adalah UTS dan KBM tatap muka. Ini kan dihadapkan untuk memilih. Nah, kondisi ekonomi masyakarat ini harus menjadi pertimbangan,” tegas pria yang akrab disapa Ori Bari itu.
Dia yakin, UTS tatap muka siap dan mampu dilaksanakan pihak Dinas Dikpora dan sekolah-sekolah dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan Covid-19.
“Saya yakin, bisa dan mampu. Apalagi Dinas Dikpora, seperti yang dikemukakan Kabid Dikdas, sudah mempersiapkannya sejak tiga bulan lalu,” tandas Ori Bari pada Lakeynews.com.
Selain itu, setelah Dikpora melakukan ujicoba KBM tatap muka di sejumlah sekolah, ternyata berhasil. Tidak ditemukan (terjadi) kasus Covid di klaster sekolah.
“Kenapa itu tidak dijadikan dasar pertimbangan dan acuan Bupati untuk segera mengambil sikap UTS (KBM) tatap muka,” tandasnya dengan nada tanya.
“Tatap muka, baik untuk ujian tengah semester maupun kegiatan belajar mengajar, kenapa tidak!? Yang penting protokol Covidnya tetap dikedepankan,” sambung Ori Bari.
Para pemangku kebijakan, termasuk dengan pihak dunia pendidikan, harus duduk satu meja untuk membahas dan segera mengambil kebijakan.
“Ini menyangkut masa depan anak-anak bangsa. Tetapi tetap mengedepankan protokol kesehatan Covid-19. Tentu saja, saat UTS atau KBM tatap muka dijalankan, konsekuensinya biaya,” papar Ori Bari. (tim)
