
KEGIGIHAN Lurah Kandai Satu (Kansa), Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu Dedy Arsyik, S.Sos, bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Karang Taruna dan warga setempat, kini tiga destinasi pariwisata di wilayah itu disulap eksotis.
Berbekal objek wisata Doro Wadu Na’e (DWN), Situs Klasik Dorobata dan Bukit Sultan, membuat semangat mereka kian membara menjadikan Kansa sebagai Kelurahan Tematik.
Berangkat dari kekaguman, maka, pada Minggu (7/2) malam lalu, Pemred Lakeynews.com Sarwon Al Khan bersama penulis berkunjung ke salah satu dari tiga objek wisata itu. Yakni Situs Klasik Dorobata.
Di atas bukit itu, bertemu Lurah Kansa Dedy Arsyik. Hadir juga saat itu, Babinsa Kansa Sahrir A., pemilik salah satu studio foto/video Abu Mbolo dan perwakilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Sahwan dan Abdurrahman.
Menyusul Sekretaris Puskesmas Dompu Kota Mulyadin, warga setempat Muhammad Nur, S.Pt dan beberapa warga lainnya. Menikmati suasana malam di tempat tersebut, sembari berdiskusi ringan.
Saat itu, Lurah Kansa sempat menginggung soal belum tergugahnya pihak-pihak yang memiliki hubungan sejarah (historis) dengan objek-objek wisata tersebut. Terutama Situs Klasik Dorobata dan Bukit Sultan.
“Saya kasihan sama adik-adik kaum muda yang berinisiatif dan begitu bersemangat mengembangkan objek wisata ini. Mereka merengek kesana-kemari. Kok, yang punya nenek moyang tidak tergugah dan tak punya rasa iba, ya,” kritiknya. Siapa pihak-pihak dimaksud, Dedy tidak menyebutnya.

Dedy sangat mengapresiasi dan salut dengan para pemudanya yang sudah berupaya semaksimal mungkin. Mereka rela berkoban, baik materi maupun moril.
Sejauh ini para pemuda dan warga sudah menghabiskan dana puluhan juta, hasil patungan untuk penataan objek wisata. “Terutama untuk Situs Klasik Dorobata dan Bukit Sultan,” ungkapnya.
Menambal kekurangan anggaran, warga mendonasikan semen, kayu, bahkan tenaga demi tertata dan terbenahnya ketiga destinasi pariwisata di wilayah Kansa tersebut.
Namun demikian, Dedy tegasnya, pengembangan wisata lokal di wilayahnya akan terus digelorakan.
Lurah yang dikenal low profile juga mengungkapkan rencannya terkait pemanfaatan potensi air sungai di desanya sebagai tempat pembuatan keramba ikan.
“Beberapa waktu lalu, saya sudah mengajukan proposal di Dinas Kelautan dan Perikanan,” paparnya bersemangat.
Menurutnya, selama ini, air sungai hanya dimanfaatkan sebagai sarana irigasi persawahan saja. (ferimulyadin)
