Normalisasi jaringan perpipaan air bersih di Dam Soriniu Latonda, Desa Calabai, terpaksa dipending karena cuaca ekstrem. (dok. kades calabai/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Kegiatan normalisasi jaringan perpipaan air bersih di sumber Dam Soriniu Latonda, Desa Calabai, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, terpaksa dipending dulu.

Kebijakan itu diambil Kepala Desa Calabai Syaifuddin Juhri, dengan mempertimbangkan faktor keamanan dan keselamatan orang-orang yang mengerjakan pemasangan pipa tersebut.

Menurutnya, cuaca di lokasi sangat ekstrem. Risiko bagi para pekerja sangat tinggi. “Sengaja saya pending prosesnya normalisasi jaringan perpipaan yang putus, demi keselamatan jiwa manusia. Karena, para pekerja harus berjibaku dengan banjir,” tegas Syaifuddin.

Dijelaskan Syaifuddin, jaringan perpipaan air bersih di sumber Dam Soriniu Latonda terputus sejak sekitar seminggu lalu. Jaringan perpipaan itu memasok kebutuhan air bersih warga Calabai, khususnya di tiga dusun terbawah.

“Panjang pipa yang dipasang itu, hampir lima kilometer, dengan ukuran kombinasi dari hilir HDPE 6 inch , 4 inch dan PVC 3 inch,” jelas Syaifuddin pada Lakeynews.com.

Sebenarnya, kata Syaifuddin, sudah selesai dipasang semua. Air bersih pun sudah dinikmati masyarakat. “Namun karena banjir, membuat hulunya terganggu. Banyak pipa yang hanyut terbawa arus air yang deras,” papar pria yang akrab disapa Ompu Calabai itu.

Apakah tidak ada pilihan lain, sehingga jaringan perpipaan itu harus melewati sungai?

“Elevasi memang menjadi kendala utama. Sehingga, tidak ada pilihan lain. Mau tidak mau, dalam pemasangan jaringan perpipaan, kita harus ikut alur sungai dan DAM,” jawab Syaifuddin.

Hingga Jumat (5/2), hari ini, aktivitas normalisasinya belum bisa dilanjutkan. “Itu tadi penyebabnya. Cuaca di lokasi sangat ekstrem dan mengancam jiwa pekerja,” tegas Syaifuddin.

“Semoga dalam beberapa hari kedepan, cuaca berangsur normal agar proses normalisasinya dapat segera kita lakukan kembali. Mohon doa dari semuanya,” sambung Syaifuddin berharap.

Bagaimana warga di tiga dusun memenuhi kebutuhan air bersihnya selama jaringan perpipaan rusak?

Syaifuddin menjelaskan, dilakukan beberapa alternatif. Salah satunya, warga mengambil air bersih di Dusun Jonggat, depan madrasah.

“Warga akan masuk lewat depan Kantor Desa Calabai, lebih kurang 100 meter,” urai Ompu Calabai. (tim)