Owner Owner Tri Utami Jaya, Nasrin H. Muhtar, S.Adm, memberikan sambutan pada Panen Raya Kelor di So Nanga Made Jara, Desa Kramat, Kilo, Senin (25/1) sore. (tim/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Menilik beberapa indikator yang ada, maka, Kilo diyakini sebagai salah satu kecamatan di Kabupaten Dompu yang akan mengalami kemajuan pesat.

Sayangnya, beberapa fasilitas yang begitu dibutuhkan masyarakat, namun belum ada di wilayah itu. Salah satunya, unit bank. Bank apa saja belum ada.

Owner Owner Tri Utami Jaya, Nasrin H. Muhtar, S.Adm, meminta kepada pemerintah agar mendorong hadirnya minimal bank unit (unit bank) di Kecamatan Kilo.

Saat memberikan sambutan pada Panen Raya Kelor di So Nanga Made Jara, Desa Kramat, Kilo, Senin (25/1) sore lalu, Nasrin mengatakan, peran pemerintah dalam menghadirkan unit-unit bank, sangat besar dan penting. Hadir saat itu, antara lain, Bupati Dompu terpilih “Aby” Kader Jaelani (AKJ).

“Saya mengusulkan kepada Abah Kader (demikian Nasrin memanggil AKJ) sebagai Bupati terpilih agar mengupayakan hadirnya sarana bank tersebut. Yang paling cepat adalah unit bank,” tegasnya.

Bahkan, Nasrin mendesak Abah Kader (demikian Nasrin memanggil AKJ), kiranya dalam waktu yang tidak terlalu lama menghubungi kepala bank di Dompu untuk membuka unitnya di Kilo.

Diketahui, Tri Utami Jaya adalah perusahaan yang memproduksi jamu dan minuman kesehatan di NTB. Beberapa tahun terakhir, perusahaan besutan putra kelahiran Kilo ini fokus menghasilkan beberapa produk berbahan baku daun kelor.

Nasrin menilai, Kilo merupakan kecamatan yang kaya dan berlimpah akan sumber daya alamnya. Namun, kelihatan miskin karena unit bank saja tidak ada.

“Kilo ini kecamatan yang kaya tapi miskin. Bagaimana masyarakatnya mau maju dan sejahtera, kalau unit bank saja tidak ada,” kritik arsitek Teh Kelor (Moringa) KIDOM, SASAMBODOM dan MORIKAI itu.

Nasrin merasakan betul kendala transaksi akibat tidak adanya unit bank di Kilo. Mencairkan uang Rp. 80 juta saja untuk membayar daun kelor kering petani dan kelompok tani, tidak bisa dilakukan.

“Mau membawa uang kontan, risikonya tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan dana Rp. 80 juta, kita terpaksa pinjam kiri-kanan,” papar Nasrin sembari menegaskan, sekarang waktunya Kilo didirikan unit bank. (tim)