Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Dompu Jufri, ST, M.Si. (ist/lakeynews.com)

KASUS video mesum yang diakui terjadi di Ruang Isolasi Pasien Covid-19 RSUD Dompu, cukup menyita perhatian publik. Baik di dunia nyata, lebih-lebih di dunia maya (media sosial).

Pantauan Lakeynews.com dalam dua hari terakhir, mereka begitu ramai dan antusias memperbincangkan permainan kuda lumping dua insan lain jenis kelamin tersebut.

Sayangnya, sejauh ini, yang tajam disoroti baru seputar persoalan hukum positif. Hukum yang tengah membidik penyebar, juga pemeran dalam video berdurasi 1 menit 30 detik itu.

Sedangkan persoalan moral (agama) para pelaku dan kesehatan belum begitu dijamah.

Sebagaimana dilansir beberapa media online, Direktur RSUD Dompu dr. Alif Firyasa Maulana kepada wartawan secara jantan mengakui dan membenarkan, lokasi dalam video syur tersebut di Ruang Isolasi Pasien Covid-19 RSUD Dompu.

Direktur RSUD Dompu dr. Alif Firyasa Maulana. (ist/lakeynews.com)

Dokter Alif yang saat itu didampingi Advokat Supardin Siddik, SH dan Kasi Humas RSUD Dompu Ida Fitriani, S.Keb, bahkan mengaku telah mengetahui identitas “pemain” dalam video itu.

Tetapi Dokter Alif enggan membeberkannya. Untuk lebih jelasnya, dia menyarankan agar wartawan konfirmasi ke kepolisian karena kasus ini telah dilaporkan pihaknya ke polisi.

Sebagaimana dilansir lensapos.com, Dokter Alif menjelaskan, pemeran pria dalam video itu merupakan pasien reaktif Covid-19. Itu sesuai dengan hasil Rapid Test pada 11 Januari lalu.

Kalau yang perempuan, lanjut Doter Alif, merupakan orang luar juga. Dia membantah jika dikatakan ‘orang’ RSUD, seperti dugaan sebagian orang belakangan ini.

Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, SH, S.IK, menegaskan pihaknya sedang melakukan penyelidikan atas beredarnya video syur yang menghebohkan itu.

“Sekarang kita sudah lakukan penyelidikan,” kata Kapolres pada wartawan usai apel pengamanan penetapan Bupati dan Wakil Bupati Dompu, di depan Kantor KPU setempat, Kamis (21/1).

Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, SH, S.IK. (ist/lakeynews.com)

Mempertegas pernyataan Kapolres, Kasat Reskrim Polres Dompu IPTU Ivan Ronal Cristofel, STK, mengungkapkan, dalam penyelidikan kasus ini pihaknya tengah para pihak yang terkait. Baik pengunggah maupun terduga pemeran dalam video itu.

“Tetapi sekarang kita fokus dulu pada siapa orang pertama yang menyebarkan video itu,” kata Ivan pada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (21/1) siang.

Direktur RSUD Dompu sendiri memang telah mengakui bahwa adegan dalam video panas itu terjadi di ruang isolasi pasien Covid. Namun, hingga hari ini beragam pertanyaan muncul dari publik. Antara lain, sebagai berikut;

Bagaimana bisa orang luar rumah sakit bisa bebas keluar masuk ruang isolasi Covid? Bukankah sistem protokol kesehatan Covid-nya ketat?

Pemeran laki-laki diakui pihak rumah sakit sebagai pasien Covid. Apakah dengan adanya hubungan badan seperti itu tidak menjangkiti pemeran perempuan? Lalu, bagaimana hubungan si perempuan itu dengan orang-orang di luar sana? Apakah tidak menjangkiti juga?

Jika demikian, bagaimana sikap, langkah dan tindakan Satgas Covid-19 Kabupaten Dompu?

Menanggapi sederet pertanyaan itu, Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Dompu Jufri, ST, M.Si, mengaku belum mengetahui pasti salah satu pemeran (laki-laki) dalam video mesum itu pasien Covid. Dia belum memperoleh konfirmasi dari pihak RSUD Dompu.

Jika benar si laki-laki merupakan pasien Covid, lanjut Jufri, pemeran perempuannya harus segera dilakukan Swab. Sebelumnya, harus dilakukan dulu contact tracing (proses pencarian dan identifikasi orang-orang yang pernah kontak dekat dengan orang yang diduga menderita penyakit menular).

“Tidak bisa ditunda dan ditunggu dalam waktu lama. Kepada si perempuan itu harus segera dilakukan contact tracing. Di-rapid test, kemudian dilakukan swab,” tegas pria yang akrab disapa Bang Jef itu pada Lakeynews.com, Kamis (21/1) petang.

Hal tersebut penting dilakukan, karena belum diketahui dampak dari yang dilakukan (hubungan badan, red) itu apakah tertular Covid atau bagaimana.

“Tetapi harus dipastikan dulu, siapa mereka dalam video itu,” tegas Bang Jef sembari mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak RSUD Dompu.

( sarwon al khan )