Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menerima vaksinasi Covid-19 perdana di Gedung Graha Bakti Praja, Kamis (14/1). (ist/lakeynews.com)

MATARAM, Lakeynews.com – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr. Nurhandini Eka Dewi menjelaskan, penerima vaksinasi Covid-19 harus melakukan screening kesehatan terlebih dahulu.

Para calon penerima vaksinasi harus dipastikan dulu bahwa mereka terbebas dari beberapa kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk divaksin.

Dokter Eka kemudian menyebut 11 dari sekian golongan orang yang tidak bisa diberikan vaksin Covid-19, sebagai berikut:

  1. Pernah terkonfirmasi menderita Covid-19;
  2. Ibu hamil dan menyusui;
  3. Menjalani terapi jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah;
  4. Penderita penyakit jantung;
  5. Penderita penyakit autoimun;
  6. Penderita penyakit saluran pencerna kronis;
  7. Penderita penyakit hipertiroid;
  8. Penderita penyakit kanker;
  9. Penderita diabetes melitus;
  10. Penderita HIV; dan
  11. Penderita penyakit turberkulosis.

Dinas Kesehatan NTB telah mempersiapkan 400 vaksinator. “Mereka berasal dari RSU Provinsi NTB, RSAD, RS Bhayangkara dan Puskesmas Mataram,” jelas Eka.

Hal tersebut disampaikan Eka di sela-sela pemberian vaksin perdana yang berlangsung di Gedung Graha Bakti Praja Kantor Gubernur NTB, Kamis (14/1).

Penerima vaksinasi Covid-19 perdana itu, Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Kemudian diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan organisasi profesi.

“Tanggal 16 Januari ini, vaksinasi akan dilanjutkan kepada tenaga kesehatan di RSUD Provinsi NTB dan disusul masyarakat sipil,” papar dr. Eka.

Gubernur NTB: Aman dan Halal

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah berharap masyarakat bisa yakin akan keamanan dan kehalalan vaksin Covid-19 ini.

“Masyarakat kita minta tidak terprovokasi oleh isu negatif tentang vaksin ini,” imbuh Doktor Zul, sapaan Gubernur NTB pada wartawan usai vaksinasi, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur.

Menurut dua, keteladanan perlu dilakukan para pemimpin untuk meyakinkan masyarakat. “Vaksin Covid-19 aman dan halal sudah. BPOM juga sudah,” paparnya.

Wakil Gubernur, Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen Ahmad Rizal Ramdhani dan Kapolda NTB Irjen Pol. M. Iqbal, juga memberikan testimoni, sebagaimana dirilis Tim Dinas Kominfotik NTB. (won)