Dua momen pertemuan Owner Tri Utami Jaya Nasrin H. Muhtar, MM dan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, terkait rencana peresmian pabrik teh kelor yang akhirnya jatuh pada 11 Januari 2021. (ist/lakeynews.com)

MATARAM, Lakeynews.com – Jika tidak ada aral melintang, peresmian pabrik teh berbahan baku kelor di NTB akan dilakukan sebelum pertengahan Januari ini.

Pabrik teh kelor pertama dan terbesar di Provinsi NTB tersebut merupakan milik CV. Tri Utami Jaya, perusahaan (produsen) jamu dan minuman kesehatan yang berpusat di Kota Mataram.

“Insya Allah peresmiannya tanggal 11 Januari 2021 ini,” kata Nasrin H. Muhtar, MM, Owner Tri Utami Jaya pada Lakeynews.com, Minggu (3/1).

Rencananya siapa yang akan meresmikan?

“Peresmian akan dilakukan Pak Gub (Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, red),” jawab pria yang akrab disapa Doktor Jamu dan Paduka itu.

Kepastian dan keputusan peresmian dilakukan pada 11 Januari itu pun, menurut Nasrin, diambil setelah dirinya bertemu dengan gubernur beberapa hari lalu.

Menariknya, peresmian pabrik nanti akan dirangkaikan dengan diskusi. “Diskusinya mengangkat tema ‘Industrialisasi Kelor untuk NTB Gemilang’,” sambung Nasrin.

“Peserta diskusi yang dilibatkan, antara lain dari unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha kelor dan petani budidaya kelor,” sambung lelaki kelahiran Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu ini.

Sebelumnya, Nasrin menginformasikan, pembagunan fisik pabrik sudah kelar. “Alhamdulillah… sudah selesai. Tinggal penataan peralatan mesin dan ruangan untuk proses produksi,” paparnya.

Sejak awal pembangunan, tidak dijumpai kendala yang berarti. Hanya prosesnya agak telat karena penataan ruangan produksi harus memenuhi (Cara Produksi Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan standar HCCP (Hazard analysis and Critical Control Points).

Gudang bahan baku pabrik teh kelor di lantai dua cukup luas ini cukup luas. (ist/lakeynews.com)

Dijelaskan, gudang bahan baku pabrik di lantai dua cukup luas. Daya tampungnya lebih kurang 200 ton. “Seluruh bahan baku kelor yang tersedia lebih kurang 25 ton sudah dipindahkan, dari gudang lama ke gudang baru

Disinggung terkait upaya budidaya kelor, baik di wilayah Kecamatan Kilo khususnya maupun Kabupaten Dompu dan NTB umumnya, Nasrin menegaskan, pihaknya terus melakukan pengembangan.

Saat ini, menurutnya, luas areal tanaman kelor di Kilo lebih kurang 100 hektare. Sedangkan di 10 kabupaten dan kota se-NTB telah tertanam sekitar 50 hektare.

“Insya Allah, dalam bulan Januari 2021 ini tersedia lagi lahan 100 hektare yang siap ditanami kelor. Kita sudah bagikan bibit berupa biji kelor,” tutur Nasrin yang dikenal luas pergaulan dan humoris ini. (zar)