
JAKARTA, Lakeynews.com – Di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini, aktivitas berbasis digital terasa semakin meningkat. Ditambah dengan peraturan pemerintah yang memberlakukan protokol kesehatan, mau tidak mau, suka tidak suka, masyarakat harus siap untuk mengakrabi teknologi terkini. Khususnya Digital Platform sebagai media komunikasi publik.
Hal itu diungkapkan oleh pengusaha dan pegiat sosial, Ron Mullers. Ron adalah pengusaha yang sudah 48 tahun berbisnis di berbagai bidang seperti bidang Horeka (Hotel, Restoran dan Kafe) maupun Hospitality Management yang juga meliputi bidang pariwisata, konsultan manajemen dan komunikasi, serta bidang usaha lainnya di Indonesia ini
Ia menjelaskan, masyarakat Indonesia harus siap hidup dalam digital platform dalam segala bidang. “Masa pandemi ini, seluruh sektor mengandalkan teknologi infomasi dan infrastrukturnya. Mulai dari kebutuhan makan, belanja, kesehatan, pendidikan, dan lainnya,” katanya.
Dengan begitu, lanjut Ron, langkah MIO sudah tepat dalam menata keberadaan media online di Indonesia yang masih belum tertata rapi, khususnya masalah legalitas perusahaan.
“Nomor satu dalam berusaha adalah legalitas, karena dapat membangun kredibilitas di masyarakat,” jelasnya saat menyampaikan pentingnya legalitas sebuah usaha.
Menurutnya, MIO Indonesia, langkah positif dalam membangun kekuatan media di negeri ini. Dengan berita-berita berkualitas yang diproduksi Media Online member MIO, dibuat dengan data yang valid, sumber yang jelas akan menjadi berita yang sehat, bebas hoax dan berita menyesatkan lainnya.
“Sayang kalau ada tuntutan dari masyarakat atas berita bohong, padahal tujuan media online itu adalah berbisnis dan mendapatkan keuntungan dari berita secara baik dan benar,” imbuhnya.
Kemudian, lanjut Ron, keberadaan media online di masa pandemi ini ibarat dua sisi mata uang. Bisa mengangkat bahkan menjatuhkan ekonomi. Sebagai contoh, sebuah restoran yang diberitakan sebagai restoran yang pertama menerima orang yang terinfeksi virus Covid-19, meskipun kemudian menjaga dan menggunakan protokol kesehatan, tapi sisi berita kepada lebih kepada dampak virusnya akan merugikan usaha restoran tersebut.
Namun, jika berita yang sama dilihat dari sudut protokol kesehatan dan terbukti tidak ada yang terdampak, justru akan meyakinkan masyarakat bahwa restoran itu aman dan mungkin orang akan lebih banyak yang datang karena merasa aman.
Terakhir, Ia menjelaskan terkait gambaran media online yang berhubungan dengan dunia global. Dalam dunia digital, masyarakat Indonesia harus siap dengan borderless world atau dunia tanpa batas, dimana dunia informasi mempunyai perspektif yang luas.
“MIO juga harus siap menjadi provider berita lokal yang mempunyai kelas dunia, dimana media-media asing akan melirik MIO sebagai provider berita-berita lokal yang berkualitas dan menjadi konsumsi internasional,” pungkas Ron mengakhiri pembicaraan mengenai dukungannya terhadap MIO sebagai organisasi Media Online. (zar)
