
DOMPU, Lakeynews.com – Ketua “terpilih” PGRI Kabupaten Dompu M. Asrulryadi, S.Pd, berjanji mengembalikan marwah dan martabat organisasi ini.
Selain itu, dia bertekad menjauhkan PGRI dari hal-hal yang berbau politik praktis. Sehingga organisasi ini tidak menjadi alat politik dan kepentingan pihak-pihak tertentu.
Asrulryadi mengakui, bahwa pada prinsipnya organisasi ini adalah organisasi independen. “Jadi kedepan, PGRI harus dibawa kembali pada marwah dan martabat yang sesungguhnya,” tegasnya pada wartawan.
BACA JUGA: Terpilih sebagai Ketua, Asrulryadi Diminta Jauhkan PGRI dari Politik Praktis
Ditemui usai Konferensi XXII PGRI Dompu di Gedung SKB, Sabtu (26/12), Asrulryadi mengatakan, PGRI adalah organisasi perjuangan, profesi dan ketenagakerjaan.
“Keberadaannya harus dikokohkan melalui kebersamaan, kemitraan dan kerja sama yang kuat serta erat,” tuturnya.
Dia juga mengakui, PGRI merupakan organisasi yang sifatnya independen, kolektif kolegia. Artinya, membutuhkan sinergitas, kerja sama yang baik antara anggota dan para pengurus.
Pihaknya akan melakukan koordinasi, konsolidasi dan sosialisasi di tingkat guru TK, SD/MI, SMP/MTs dan SMAN//SMK/MA. “Hal itu untuk mewujudkan perubahan yang bisa dirasakan semua guru,” ujar Asrulryadi.
Pria ini menyadari, kepemimpinan PGRI selama ini dinilai didikotomi oleh jajaran guru SD. Guru-guru SMA banyak yang pasif dibanding guru SD.
“Kenapa seperti itu? Ini yang perlu diketahui, apa sesungguhnya yang terjadi. Saya akan berupaya merangkul para guru di semua tingkatan,” katanya bersemangat.
Meski itu tugas yang berat, Asrulryadi optimis mampu melakukannya demi kokohnya PGRI. (zar)
