Suasana Konferensi XXII PGRI Dompu Periode 2020-2025 di Gedung SKB, Sabtu (26/12). (zar/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Konferensi XXII “lanjutan” PGRI Kabupaten Dompu Periode 2020-2025 (bukan 2020-2024, red) di Gedung SKB, Sabtu (26/12), sukses dilaksanakan.

Hasilnya, terpilih sebagai Ketua, M. Asrulryadi, S.Pd (kepala SDN 06 Pajo). Sedangkan Wakil Ketua, Syamsudin HAR, S.Pd (kepala SDN 34 Woja) dan Ridwanyah, S.Pd (kepala SMP PGRI Kilo). Sementara Sekretaris, Burhanuddin, M.Pd (kepala SDN 20 Kempo).

BACA JUGA: FKAG Jagokan Yarid sebagai Ketua PGRI Dompu

Sederet harapan, permintaan dan peringatan mengiringi terpilihnya Asrulryadi dkk sebagai pengurus baru PGRI Bumi Nggahi Rawi Pahu.

Roda organisasi guru tertua di Indonesia itu diharapkan dapat berjalan secara mandiri dan profesional. Hindari dan jauhi politik praktis, atau tidak menjadi alat politik pihak tertentu.

Harapan-harapan tersebut muncul dalam diskusi insidental Grup WA Media Online Lakeynews.com, sejak Jumat (25/12) malam.

“PGRI harus berani memberikan perubahan. Harusnya, PGRI independent. Namun (selama ini, red) terkadang dijadikan alat politik,” kata salah seorang anggota GWA Lakeynews.com, Drs. Suaidin Usman.

Kedepan, menurut dia, pengurus PGRI harus berani tampil. Termasuk menyukseskan program “Hormati Guru Sayangi Teman” yang harus diaplikasi di lapangan.

Ditegaskan Suaidin, PGRI tidak boleh pegang mobil plat merah. Memiliki visi misi yang jelas, tentunya mengacu pada AD/ART. “Intinya, PGRI harus profesional dan independen,” tandas Korwas SMA/SMK Kantor Cabang Dinas Dikbud Dompu itu.

Anggota grup lain, Suherman mengatakan, organisasi PGRI adalah organisasi profesi yang menghimpun para guru di dalamnya.

Selain sebagian wadah silaturahmi, menurut dia, PGRI mestinya juga sebagai sarana menyuarakan dan memperjuangkan kepentingan anggotanya dan masyarakat, terutama soal peningkatan mutu pendidikan.

Harapannya kepada siapapun yang terpilih untuk menakhodai PGRI Dompu kedepan, harus menjauhkan diri dari politik praktis. Tujuannya, agar roda-roda organisasi berjalan secara mandiri dan profesional.

“PGRI kedepan tidak berada atau menjadi bamper kekuasaan,” tegas mantan komisioner KPU Dompu yang akrab dikenal dengan nama Herman Pelangi itu.

Herman menilai, organisasi profesi di Dompu seperti PGRI selama ini, hebohnya saat acara (kegiatan) perebutan posisi ketua. “Habis itu tidak jelas juntrungnya. “Semoga kedepan organisasi ini (PGRI) berbenah menjadi lebih baik,” harapnya.

Sedangkan Jufri, ST, M.Si, berharap pengurus yang terpilih dalam Muscab kali ini adalah generasi yang mempunyai konsep yang jelas, teruji dan bisa membawa perubahan, terutama pada nilai literasi.

“Karena, posisi literasi Kabupaten Dompu saat ini berada pada urutan kedua terendah di NTB, setelah Kabupaten Bima,” ungkap pria yang sehari-harinya menjabat Kalak BPBD Dompu itu.

Hal itu senada dengan Kardianto. Sekdes Manggena’e, Kecamatan Dompu itu mengatakan, tingkat literasi Dompu sangat rendah.

“Semoga figur ketua PGRI Dompu terpilih adalah figur yang mampu meningkatkan nilai mutualisme literasi di segala sisi,” harapnya.

Anggota grup lainnya, Susatio menilai, pelaksanaan pemilihan di masa transis sekarang merupakan langkah tepat. (zar)