Penulis, pimpinan media online dan produsen kecantikan, Metta Iskandar. (ist/lakeynews.com)

Metta: Sinergitas dengan Pemerintah Perlu, tapi Jangan jadi Corongnya

PENULIS yang juga pimpinan media online dan produsen kecantikan, Metta Iskandar, memiliki pandangan menarik terkait kehadiran organisasi Media Independen Online (MIO) Indonesia.

Menurutnya, MIO hadir karena sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan zaman. “Ini patut diacungi jempol,” kata Metta pada wartawan di rumahnya, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/12).

MIO Indonesia baru berusia sehari. Sebagaimana dilansir sebelumnya, organisasi ini di-lounching di Gedung B3KS Jakarta, Kawasan Salemba, Senin (21/12).

BACA JUGA: MIO Resmi “Berkibar” di Nusantara

“MIO dibutuhkan karena ribuan media online yang tersebar di seantro jagat nusantara ini perlu diapresiasi dan difasilitasi. Sehingga mereka legal sesuai perundang-undangan,” ujar owner GeloraBali.com ini.

Nama organisasi ini pun, kata Metta, asyik. “Kayak sepeda motor, pasti lincah dan speednya tinggi,” ujar perempuan sintal ini sembari melepas senyum merekah.

Diawaki orang muda yang kredibel dan berpengetahuan luas, Metta optimis MIO akan cepat berkembang.

“Paduan fungsi pers sebagai kontrol sosial dengan platform bisnis pers sebagai sektor usaha, terlihat jelas dari komposisi pengurus pusatnya,” tuturnya seraya mengungkapkan pengamatannya saat join melalui zoom.

Sebagai orang yang sudah makan asam garam di organisasi, utamanya organisaai pers, Metta mengucapkan selamat kepada MIO. “Bangunlah kerja sama yang harmonis. Jangan mudah menyerah dan putus asa,” imbuhnya.

Katanya, media online butuh sentuhan tangan-tangan kreatif untuk menghasilkan yang terbaik bagi negeri ini. Membangun bisnis media perlu, tapi jangan abaikan fungsi kontrol sosial pada pemerintah dan masyarakat.

“Sinergitas dengan pemerintah perlu dibangun, tapi jangan jadi corongnya,” tegas Metta.

Mengapa?

“Jka jadi corong pemerintah, daya kritis MIO akan hilang. Tetaplah imbang dengan kontribusi kritis yang konstruktif,” jawab wanita yang digadang jadi penasehat MIO Jawa Barat ini. (tim)