Ratusan pengunjung sedang menikmati suasana dan keindahan panorama alam di atas objek wisata pendakian Doro Wadu Na’e, Kelurahan Kandai Satu, Dompu, NTB. (dok/lakeynews.com)
Lurah Kandai Satu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, NTB, Dedy Arsyik, S.Sos. (ist/lakeynews.com)

Dedy Arsyik: Mohon Bantuan Penataan Jalur Pendakian

LURAH Kandai Satu (Kansa), Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, NTB, Dedy Arsyik, S.Sos, begitu bersemangat memajukan sektor pariwisata dan kebudayaan di wilayahnya.

Salah satu destinasi wisata yang benar-benar ingin dihidupkannya adalah Doro Wadu Na’e. Yakni objek wisata pendakian yang letaknya tidak terlalu jauh dari wilayah kota Dompu.

Upaya meningkatkan gairah kunjungan ke lokasi wisata itu terus digeliatkannya. Bukan hanya pada pengunjung lokal, Dompu dan sekitarnya (Kota dan Kabupaten Bima). Tapi?

Lebih dari itu. Lurah Kansa juga membidik wisatawan nusantara (Wisnu) dan wisatawan mancanegara (Wisman) agar ramai-ramai berkunjung ke objek wisata pendakian Doro Wadu Na’e.

“Kami berharap, kedepan, Wisnu maupun Wisman ramai yang berkunjung ke tempat wisata ini,” kata Dedy saat menerima kunjungan ratusan peserta Pelatihan Pemandu Wisata Treking di lokasi wisata pendakian Doro Wadu Na’e, Rabu (25/11).

Diketahui, kunjungan para peserta Pelatihan Pemandu Wisata Treking tersebut diprakarsai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Dompu. Para peserta berasal dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan anggota Pecinta Alam se-Kecamatan Dompu.

“Kami sangat berterima kasih kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang memprakarsai, sehingga objek wisata Doro Wadu Na’e dikunjungi ratusan orang dalam satu waktu,” ujar Dedy.

Kunjungan tersebut bertujuan melatih dan memberikan pengetahuan kepada para pemandu wisata alam. Baik menyangkut keamanan, kenyamanan maupun untuk menghindari risiko kecelakaan saat berwisata di tempat-tempat pariwisata.

“Bagaimana para peserta bisa menghindari risiko, terutama di lokasi wisata alam pegunungan hutan di Kabupaten Dompu,” tandas Lurah yang dikenal ramah dan luas pergaulan ini.

Para peserta Pelatihan Pemandu Wisata Treking dibawa Disbudpar Dompu mendapat pengarahan dari Lurah Kandai Satu, Dedy Arsyik, S.Sos. (ist/lakeynews.com)

Pada sisi lain, Lurah Kansa menginformasikan, objek wisata alam Doro Wadu Na’e sudah sangat viral di Medsos. Warga dari berbagai elemen ramai memosting objek wisata itu melalui akun-akun Facebooknya.

Dedy mengaku sangat bangga bahwa objek wisata pendakian di wilayahnya makin banyak dikenal. Ditambah lagi dengan dikunjungi oleh ratusan peserta pelatihan pada hari itu.

Dengan kunjungan ini, Dedy berharap, para peserta bisa ikut memperkenalkan dan mempromosikan panorama alam Doro Wadu Na’e ke berbagai pihak. “Bila perlu sampaikan juga ke turis asing. Atau, wisatawan mancanegara,” harapnya.

Dedy juga mengharapkan bantuan dan kerja sama para pencinta alam dalam pengelolaan dan penataan jalur pendakian.

“Ini salah satu kebutuhan kita di objek wisata ini. Dengan demikian, nanti akan telihat indah dan menarik dikunjungi,” tandas Dedy.

Harapan lain yang dilontarkan Dedy, pelestarian melestarikan alam sekitar. Sesuai dengan semboyan; “Tidak boleh mengambil apapun, kecuali gambar. Tidak boleh meninggalkan sesuatu, kecuali jejak. Dan, tidak boleh membunuh sesuatu, kecuali waktu.”

Para peserta Pelatihan Pemandu Wisata Treking yang terbagi dalam tiga kelompok tersebut dilepas oleh penanggung jawab lapangan.

Yang cukup membahagiakan Lurah Kansa dan warga setempat, bahwa dalam kegiatan itu, para peserta dibekali dengan bibit pohon.

“Pohon-pohon tersebut ditanam di sekitar jalur pendakian,” tutur Dedy sembari kembali mengajak semua pihak agar sama-sama melestarikan alam.

(sarwon al khan)