Camat Dompu Kabupaten Dompu Abd. Rahman, S.Sos (masker), didampingi Sekcam Drs. Hidirman. (won/lakeynews.com)

Biang Kerok Molornya Pembangunan Kantor Camat Senilai Rp. 3,7 Miliar

DOMPU, Lakeynews.com – Camat Dompu Kabupaten Dompu Abd. Rahman, S.Sos, mengakui keterlambatan pemindahan kantornya. Dari Jalan Nusantara Kelurahan Bada ke kantor sementara, rumah dinas Sekda, Jalan Beringin Kelurahan Dorotangga.

Hal itu terjadi karena pihaknya telat menerima informasi tentang waktu dimulainya pengerjaan pembangunan gedung Kantor Camat, yang kini sedang berlangsung.

“Kami telat mendapat informasi dimulainya pembangunan kantor camat. Sehingga, tidak mengetahui adanya keterlambatan mulainya pekerjaan itu,” kata Rahman pada wartawan di ruang kerjanya, kantor sementara Camat Dompu, Rabu (11/11).

Sebagaimana dilansir media ini sebelumnya, pembangunan kantor Camat Dompu oleh PT. Tiga Zet Perkasa, tidak tuntas sesuai batas waktu yang ditentukan, 10 November 2020.

Biang keroknya adalah keterlambatan proses pemindahan kantor camat ke kantor sementara.

Selain itu, dalam pengerjaannya, kontraktor harus mematuhi protokol Covid-19. Sehingga, hanya bisa mempekerjakan sekitar 20 pekerja setiap hari. Normalnya, bisa mempekerjakan hingga 50 orang setiap hari.

BACA JUGA:

Pembangunan Kantor Camat Dompu Rp. 3,7 Miliar Benar-benar Molor; Ini Biang Keroknya

Jika tak Selesai 20 Desember, PT. Tiga Zet Perkasa Didenda dan Di-blacklist

Rahman mengaku, awalnya, menerima mandat (surat perintah) dari Sekda (saat itu dijabat H. Agus Bukhari, red), bahwa kantor Camat Dompu akan segera dipindahkan ke kompleks kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah.

Menindaklanjuti surat tersebut, pihaknya mendatangi kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, untuk melihat dan cek kondisi bangunan yang mau ditempati sebagai kantor sementara.

Hasil pengecekan mereka, ternyata tempat tersebut tidak layak untuk ditempati. “Sehingga kami memutuskan tidak pindah di situ,” jelas Rahman.

Disinggung soal keterlambatan dimulainya pelaksanaan pembangunan lebih kurang satu bulan tersebut, Rahman menegaskan, pihaknya tidak mengetahuinya.

Kok bisa Anda tidak mengetahuinya?

“Kami baru tahu adanya keterlambatan dimulainya pekerjaan sekitar sebulan itu, justru setelah dilakukan rapat bersama KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) dan pihak terkait lainnya,” jawabnya.

Sehari setelah rapat tersebut, Camat menerima surat kedua dari Sekda agar kantor camat segera dipindahkan. Pihaknya kemudian mengajukan permintaan (usulan) agar kantor sementara dipindahkan ke rumah dinas Sekda.

“Kebetulan rumah dinas itu tidak tempati oleh Pak Sekda,” sambung Rahman didampingi Sekcam Drs. Hidirman.

Usulan itupun diaminkan Sekda. Hanya saja, tempat itu tidak bisa langsung dipakai. Harus menunggu dulu sekitar seminggu, karena pernah dipakai untuk isolasi tenaga kesehatan yang suspek Covid-19.

“Seminggu setelah rapat dengan KPA dan lainnya, kita langsung memindahkan fasilitas dan barang-barang yang ada ke rumah dinas Sekda,” tuturnya. (won)