
MATARAM, Lakeynews.com – Stasiun Geofisika (Stageof) Mataram merilis peristiwa gempabumi yang terjadi di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sepanjang Oktober lalu.
Seismisitas di wilayah NTB dan sekitarnya yang tercatat dan teranalisa oleh Stageof Mataram sebanyak 363 kejadian. Gempabumi itu didominasi Magnitudo <3.0 dan kedalaman <60 Km.
“Dari 363 kejadian tersebut, terdapat empat gempabumi yang dirasakan sekitar wilayah NTB,” jelas Kepala Stageof Mataram Ardhianto Septiadhi, S.Si dalam rilis, Senin (2/11).
Menurutnya, gempabumi dirasakan dengan Intensitas II-III MMI sebanyak empat kejadian. “Terdapat satu kejadian gempabumi di Pulau Lombok dengan kedalaman menengah 60 km ≤ D ≤ 300 Km,” jelas Ardhianto.
Analisa gempabumi di wilayah NTB dan sekitarnya pada Oktober 2020 dikelompokkan menjadi 3 bagian. Yaitu gempabumi berdasarkan magnitudo, frekuensi kejadian dan kedalaman tiap kejadian gempabumi.
Ardhianto kemudian menguraikan beberapa hal. Katanya, berdasarkan Grafik Frekuensi Kejadian Gempabumi bulan Oktober, gempabumi terbanyak pada 10 Oktober. Sebanyak 22 Kejadian.
Berdasarkan besar magnitudonya, gempa dengan M < 3 sebanyak 237 kejadian, gempa dengan 3 ≤ M ≤ 5 sebanyak 123 kejadian, dan terdapat 3 kejadian gempa dengan M > 5.
Ditambahkan, gempabumi dengan kedalaman < 60 Km sebanyak 299 kejadian, kedalaman 60 Km ≤ D ≤ 300 km sebanyak 64 gempabumi, dan tidak terdapat kejadian gempabumi dengan kedalaman > 300 Km.
Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG),” imbuhnya.
Selain itu, di website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg (user pemda, pwd pemda-bmkg) atau infobmkg. (tim)
