Erwin Irawan mewakili CV. Tri Utami Jaya, finalis BRIncubator Go Global, menerima penghargaan dari Menristek/BRIN Bambang Brodjonegoro dan Menkop-UKM Teten Masduki, serta saat Erwin menyampaikan testimoni. (ist/lakeynews.com)

Singkirkan 268 UMKM Se-Indonesia di Ajang “BRIncubator Go Global”

PRESTASI spektakuler diukir CV. Tri Utami Jaya. Salah satu perusahaan jamu dan minuman kesehatan yang tengah naik daun di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Perusahaan yang dipimpin Nasrin H. Muhtar, MM, berhasil meraih penghargaan khusus dari dua menteri. Menteri Riset dan Teknologi/BRIN (Menristek BRIN) RI Prof. Bambang Brodjonegoro, Ph.D dan Menkop-UKM Drs. Teten Masduki.

Raihan itu diperoleh, setelah beberapa jenis minuman kesehatan berbahan baku kelor sukses masuk 10 besar di ajang “BRIncubator Go Global”.

Pada event tersebut, Tri Utami Jaya yang diwakili (mengutus) Erwin Irawan begitu gemilang menyingkirkan 268 UMKM utusan daerah-daerah se-Indonesia.

Produk-produk Tri Utami Jaya yang mampu mengeliminasi ratusan UMKM itu, Teh Moringa KIDOM (Kilo-Dompu), Moringa SaSaMbodoM (Sasak-Samawa-Mbojo-Dompu) dan Morikai (Moringa Kilo Asli Indonesia).

Diketahui, BRIncubator Go Global diikuti 278 UMKM se-Indonesia. Melalui masa kurasi, pesertanya menjadi 100 UMKM. Diseleksi lagi menjadi 25 peserta. Hingga akhirnya diambil 10 besar sebagai finalis.

Pada tahap finalis, penilaian dilakukan 19 Tim Ucoach Indonesia secara ketat. “Yang dinilai, mulai dari Attitude, Kematangan, Komunikasi, Kapasitas Usaha, Pengalaman, hingga sejumlah indikator lainnya,” kata Erwin pada Lakeynews.com di Mataram, Jumat (30/10) sore.

Hasilnya, Erwin Irawan sukses membawa Tri Utami Jaya lolos menjadi 10 besar (finalis). Perusahaan Tri Utami Jaya mampu meraih Juara Harapan 3 mewakili UMKM NTB.

Selain Erwin, ada Sayuk Wibawati dari Nutsafir Cookies (juga mewakili UMKM NTB) dan berhasil menyabet Juara 2.

Kembali mewakili Tri Utami Jaya, Erwin diundang ke Jakarta bersama sembilan Finalis BRIncubator Go Global lainnya. Mereka diundang untuk menerima penghargaan khusus dari Menteri Ristek BRIN dan Menkop-UKM.

Erwin mampu lolos tahap demi tahap setelah melalui masa coaching selama lebih kurang dua bulan. Diantaranya, diberikan materi, tugas, presentasi tentang usaha, hingga Tim Ucoach mengunjungi langsung tempat UMKM CV. Tri Utami Jaya di Kota Mataram, NTB.

Bukan itu saja. Dari 10 finalis, Erwin terpilih untuk memberikan testimoni tentang; gebrakan usaha yang telah dilakukan di NTB, hasil yang didapat selama kegiatan, ucapan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, BRI, Ucoach dan pihak penyelenggara kegiatan.

Menariknya, saat itu Erwin membawakan dua pantun di hadapan Menristek BRIN. Hal tersebut membuat seisi gedung tempat acara penyerahan penghargaan tertawa dan memberikan stunding applause yang meriah.

Disamping itu, Erwin Irawan memberikan saran kritis kepada Menristek BRIN RI. Khususnya terkait UMKM di NTB.

Menurut dia, saat ini ada empat hal yang perlu dibenahi. Yakni, ketersediaan bahan baku, penggunaan teknologi tepat guna, legalitas dan branding.

Pelaku UMKM, katanya, sebenarnya bukan sekadar butuh uang. Yang tak kalah dibutuhkan adalah ruang. “Seperti kegiatan BRIncubator Go Global inilah yang dibutuhkan oleh para UMKM,” tandasnya.

Erwin lalu menceritakan Gerakan Budidaya Kelor yang dilakukan UMKM Tri Utami Jaya di Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu. “Gerakan ini menggunakan konsep pemberdayaan masyarakat desa dan kecamatan,” tuturnya.

Menteri Riset dan Teknologi/BRIN RI Prof. Bambang Brodjonegoro, Ph.D, mengupload Produk Teh Moringa KIDOM di Instagramnya. (ist/lakeynews.com)

Secara umum, bagaimana usaha yang digeluti Tri Utami Jaya?

Beberapa hal yang mesti diketahui seputar usaha yang dilakoni CV. Tri Utami Jaya. Diantaranya, sebagai berikut:

Pertama, CV. Tri Utami Jaya atau yang dikenal dengan brand Jamu SaSaMbodoM berdiri sejak 1993 memproduksi Jamu Tradisional. Mulai 2016 mengembangkan Produk Berbahan Baku Kelor, diantaranya Teh, Kapsul dan Kosmetik.

CV. Tri Utami Jaya berlokasi di Mataram, NTB telah memiliki sebanyak 27 Distributor di seluruh Indonesia dan 400 anggota kelompok tani kelor yang tersebar di seluruh NTB untuk memenuhi kebutuhan bahan baku.

Saat ini, produk-produk CV. Tri Utami Jaya telah dipasarkan melalui beberapa pasar E-Commerce yang menembus pasar nasional hingga mancanegara dengan Brand Lokal Go Global. Yakni Moringa KIDOM (Kilo-Dompu), Moringa SaSaMbodoM (Sasak-Samawa-Mbojo-Dompu) dan Morikai (Moringa Kilo Asli Indonesia).

CV. Tri Utami Jaya fokus dalam pengembangan manajemen usaha hingga pemasaran. Terus melakukan pemberdayaan masyarakat, teknologi tepat guna, legalitas usaha dan produk, hingga tersedianya pasar yang mampu meningkatkan kualitas UMKM di NTB sehingga bisa “naik kelas”.

Kedua, BRI berperan penting dalam membantu dan mensupport Tri Utami Jaya sebagai pelaku UMKM. Baik dalam meningkatkan kualitas diri, menambah wawasan, strategi, manajemen, hingga menyediakan ruang pasar yang luas bagi pelaku UMKM.

Ketiga, sebelum mengikuti kegiatan BRIncubator Go Global, Erwin Irawan belum mengetahui bagaimana pengelolaan keuangan usaha yang baik, mengelola market yang tepat, hingga pengetahuan dan action yang terencana seperti apa memulainya.

“Dengan adanya kegiatan ini, saya mendapatkan banyak pengetahuan dan wawasan, menentukan strategi market, mendapatkan networking dan berkolaborasi dengan sesama peserta BRI Incubator dan para Coach bersedia menyiapkan ruang bagi kami untuk tetap eksis,” jelas Erwin.

Bagaimana perbandingan pencapaian antara sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan BRI Incubator 2020?

Menjawab pertanyaan itu, Erwin menguraikan beberapa hal.

Sebelum Coaching

Melakukan kerja sama dengan Pemprov NTB yang membeli produk CV. Tri Utami Jaya sebanyak 300.000 bungkus, bekerja sama dengan MLM L’DIONER dan belum ada Bisnis Model Canvas.

Selain itu, Juara 1 Social Entrepreneur Model Innovathon 2019, UMKM Briliant 2019, peserta UMKM Terbaik Magang Kemenkop 2020, belum ada Analisis Keuangan, belum ada Bisnis Plan dan belum ada Catalog.

Sesudah Coaching

Bekerja sama dengan Distributor Tunggal untuk Pasar Indonesia yang dibeli sebanyak 1.000.000 kotak, bekerja sama dengan Indonesia Mall, kerja sama dengan PT. Alun Alun Indonesia Kreasi (dalam tahap administrasi) dan kerja sama dengan pihak LOKAYA (dalam tahap administrasi).

Disamping itu, MoU dengan Buyer Amerika Latin Kelor Kering 2 Kontainer/Bulan (dalam proses administrasi), MoU dengan Buyer Slovakia dan Germany (proses administrasi), memperluas area pabrik serta membagi menjadi 3 bidang (Obat Tradisional, Makanan/Minuman dan Kosmetik).

“Setelah Coaching juga sudah ada Bisnis Model Canvas, sudah ada Bisnis Plan, sudah ada Catalog dan sudah Analisis Keuangan,” jelas Erwin sembari menambahkan, saatnya Brand Lokal Go Global.

(zulhaq ar sarwon)