Calon Bupati Dompu “Aby” Kader Jaelani menjawab keraguan sebagian orang tentang kemampuannya berorasi. (ist/lakeynews.com)
Paslon Bupati/Wabup Dompu dengan Nomor Urut 2, AKJ-Syah. (ist/lakeynews.com)

Pilkada Dompu 2020

“ULAH” Paslon Bupati/Wabup Dompu 2020, “Aby” Kader Jaelani – H. Syahrul Parsan (AKJ-Syah) kerap membuat repot Tim Kampanye (Tim-K)-nya.

Paslon dengan Nomor Urut 2 ini juga acapkali menyuguhkan kejutan. Karena, tidak ada yang pernah menyangka sebelumnya.

Setidaknya, itulah sisi dan antara lain peristiwa yang terjadi di luar panggung kampanye AKJ-Syah sekitar sebulan terakhir.

“Kejadian demi kejadian yang kami lihat itu natural. Alami, kok. Mengalir begitu saja. Bukan semacam rekayasa atau pencitraan,” kata beberapa pendukung AKJ-Syah yang mengaku sering ikut kampanye Paslon jagoannya.

Hal senada disampaikan salah satu Tim-K AKJ-Syah, Muhammad Ruslan. Selain pada Tim Lakeynews.com, temuan di luar rencana itu juga disampaikan Dae Olan (sapaan akrabnya) dalam status melalui akun Facebook pribadinya.

Mantan bakal calon bupati dengan jargon Dompu Juara (DJ) mengaku, sudah sekitar sebulan menjadi Tim-K AKJ-Syah dan mengelilingi berbagai wilayah. Hingga ke pelosok desa.

Banyak pelajaran dan pemahaman yang diketahuinya tentang dinamika demokrasi, khususnya di Pilkada Dompu.

“Dalam sejumlah kesempatan menemani AKJ-Syah, saya pun menerima banyak kejutan dari kedua figur ini (Kader Jaelani dan Syahrul Parsan, red),” tuturnya.

Salah satu yang disebut Dae Olan sebagai kejutan, ketika menyaksikan langsung orasi politik AKJ.

Mengapa Dae Olan menyebut hal itu sebagai kejutan?

Alasannya, karena beberapa waktu lalu beredar video yang menggambarkan kurangnya kemampuan AKJ dalam berorasi. Namun, dalam waktu yang relatif singkat, AKJ mampu menunjukkan perubahan yang drastis.

“Beliau tampil cukup tenang. Pilihan kata-kata dan kalimatnya mengalir serta lancar ketika menjelaskan program-program prioritasnya,” puji putra mantan Bupati Dompu (alm) HM. Yacub MT itu.

Tim Kampanye AKJ-Syah, Muhammad Ruslan (kanan) dan anggota DPRD Dompu dari Partai NasDem Ir. Muttakun. (ist/lakeynews.com)

Demikian pula dengan Syahrul Parsan. Menurut Dae Olan, mampu menguasai panggung. Gayanya kalem dengan penguasaan materi yang baik.

Diakuinya, di sana-sini ada kekurangan. Para Jurkam juga memiliki kekurangan. Tapi, ini sudah cukup untuk menjawab rasa penasarannya.

“Paslon ini memenuhi salah satu syarat sebagai calon pemimpin. Yaitu kemampuan berorasi,” tuturnya.

Kejutan lainnya, AKJ-Syah memiliki kepekaan yang baik dalam bergaul dan mendekati masyarakat bawah. Berkali-kali betapa repotnya tim kampanye mengingatkan AKJ-Syah.

AKJ-Syah acapkali diingatkan agar tidak terlalu sering dan berlama-lama ketika menyapa dan menyalami satu persatu masyarakat yang mereka jumpai. Hal tersebut mengingat waktu yang terbatas.

Dae Olan berharap, ini menjadi pertanda bahwa Paslon pemimpin ini memiliki keberpihakan terhadap “orang kecil”. Khususnya masyarakat miskin yang belum sepenuhnya menikmati kue pembangunan.

Bukan itu saja kejutannya. AKJ-Syah nyaris tidak mengenal lelah. Padahal, aktivitas kampanye yang dirangkai dengan acara blusukan berlangsung marathon setiap hari. Dari pagi hingga malam hari.

Dae Olan meyakini, kondisi fisik dan psikis yang prima itu adalah cerminan dari semangat Paslon berjargon Jara Pasaka tersebut. Terutama dalam menyambut antusiasnya dukungan masyarakat yang terus meningkat dari hari ke hari.

“Semoga ini menjadi pertanda kemenangan pada Pilkada 9 Desember mendatang. Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin,” mantan perancang kursi Copilot Pesawat PT. Dirgantara Indonesia itu. (tim/adv)