
MATARAM, Lakeynews.com – Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah mengajak seluruh elemen masyarakat agar sama-sama menjaga keasrian dan kelestarian wilayah Doro Ncanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Terutama para petani, peternak, kelompok masyarakat atau lembaga masyarakat lainnya agar berpartisipasi dan berkontribusi dalam hal ini.
Kontribusi dimaksud Gubernur, bagaimana masyarakat tetap menjaga kawasan hutan atau lahan penggembalaan ternak agar tetap lestari dan aman.
“Bagaimana agar tidak diganggu oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang hanya (cari) kepentingan sesaat, berdampak tidak baik dan merugikan masyarakat setempat,” kata Gubernur saat menerima audiensi Himpunan Petani Ternak Wilayah Doro Ncanga (HPTWD), di Pendopo Gubernur, Selasa (29/9).
Jika di lapangan ditemukan berbagai kendala teknis, Dr Zul (sapaan H. Zulkieflimansyah) menyarankan untuk segera berkonsultasi secara proaktif kepada perangkat daerah terkait. Seperti Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan ataupun dengan Dinas Pertanian Provinsi NTB.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB Ir. Hj. Budi Septiani, berjanji akan lebih intens menelusuri dulu akar permasalahan di lahan penggembalaan Doro Ncanga, seperti diaspirasikan para petani peternak setempat.
“Jika nantinya sudah ditemukan akar permasalahannya, kami akan segera lakukan pembenahan-pembenahan,” papar Budi.
Dikemukakan, sebelumnya pihaknya kerap kali melakukan berbagai pelatihan bagi para peternak di sana. “Tujuan kita untuk membangkitkan kembali semangat berusaha bagi para peternak di Doro Ncanga,” kata Budi.
Budi bermimpi, ke depan di kawasan tersebut bisa dijadikan padang penggembalaan yang luar biasa. Lokasi tersebut memiliki potensi sumber air cukup besar bagi peningkatan ekonomi para petani peternak.
Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi NTB Ir. Madani Mukarom, BSc.F., M.Si, turut menawarkan solusi di kawasan hutan dan ladang penggembalaan Doro Ncanga.
Solusi dimaksud, pihak perusahaan yang memiliki Hak Guna Usaha (HGU) di sana bisa bekerja sama dengan masyarakat peternak untuk ditanami rumput di sela-sela pepohonan.

Hal itu bisa memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Selain peternak bisa mendapatkan pakan dari kawasan tersebut, juga kawasan hutan tetap hijau dan lestari.
“Yang penting, para peternak jangan melepas ternak gembalaannya di kawasan tersebut agar hutan juga tetap lestari dan tidak rusak diinjak atau dimakan ternak,” imbuhnya.
Pakan ternak seperti rumput bisa diambil dan dibawa ke lokasi pakan ternak khusus. Pihaknya akan dorong kerja sama peternak dengan para pengusaha. “Ada regulasi yang mengatur di kawasan tersebut, 20 persennya bisa dikerjasamakan,” ujar Mukarom.
Perwakilan dari HPTWD Samsurizal berharap agar kawasan Doro Ncanga tetap aman dan berdampak positif bagi penguatan ekonomi petani peternak setempat. Tidak terhambat oleh kepentingan-kepentingan sepihak dan tidak diklaim sebagai kepentingan pribadi.
“Kita berharap tetap mengedepankan kepentingan bersama, baik bagi masyarakat maupun Pemda setempat,” ujarnya. (tim)
