
Tri Utami Jaya Targetkan Semua Daerah di NTB Tertanami Kelor
–
UPAYA pemenuhan kebutuhan, menjaga kestabilan dan menjamin ketersediaan bahan baku kelor untuk beberapa produksinya, terus dilakukan perusahaan Tri Utami Jaya.
Selain memperluas jaringan, perusahaan jamu dan minuman kesehatan ini juga memperbanyak lahan untuk tanaman (pohon) kelor.
Tahun 2020, ditargetkan 100 hektare (Ha) di wilayah Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu.
“Insya Allah, penanaman di atas lahan 100 Ha tuntas sebelum akhir tahun ini,” kata Owner Tri Utami Jaya Nasrin H. Muhtar, MM, pada Lakeynews.com.
Dari target 100 Ha lahan tersebut, sekitar 80 Ha atau 80 persen sudah ditanami kelor. Lebih kurang 50 Ha di So Nanga Made Jara, Desa Keramat, dan sekitar 30 Ha di wilayah Desa Kiwu.
Sedangkan yang sekitar 20 Ha atau 20 persen lagi direncanakan di Desa Lasi. “Ini sedang dalam perencanaan penanaman,” jelas pria yang akrab disapa Doktor Jamu itu.
Menurutnya, ada dua jenis kelor yang ditanam. “Batang dan biji,” jelas pimpinan produsen Teh Moringa KIDOM, MORIKAI dan SaSaMbodoM itu.
Kalau batang, tiap hektare lahan, rata-rata ditanam 20 ribu. Sementara, kalau yang ditanam itu bibit, maka per hektarenya rata-rata 40 ribu.
Bagaimana pola penanamannya?
Pihak Tri Utami Jaya melakukan kemitraan dengan masyarakat. Perusahaan membiayai kebutuhan masyarakat, atau warga mitra.
“Selain itu, kita menjamin pembelian daun kelor yang dihasilkan oleh masyarakat mitra tersebut,” jelas Nasrin yang dikenal memiliki kekhasan suara ini.
Bukan hanya di Kilo, Dompu. Pihak Tri Utami Jaya juga melebarkan wilayah (daerah) untuk penanaman kelor ini.
“Kita targetkan semua daerah atau 10 kabupaten dan kota di NTB akan dilakukan penanaman kelor,” cetus lelaki yang kerap juga dipanggil Paduka ini.
Dia lalu menyebut beberapa daerah di luar Dompu yang sudah dan akan dilakukan penanaman kelor.
Di Kabupaten Lombok Utara sudah ditanam sekitar dua hektare. Yakni di kawasan Bukit Mas, Kecamatan Gondang.
Sedangkan yang direncanakan segera dilakukan penanaman, Kota Mataram sekitar 4 Ha dan Lombok Tengah lebih kurang 4 Ha.
Rencana penanaman kelor juga di Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat, Lombok Timur dan daerah-daerah se-NTB.
“Target kita se-NTB. Pola kemitraannya, selain dengan masyarakat, juga dengan pondok-pondok pesantren,” urai pria kelahiran Kilo yang humoris ini.
(sarwon al khan)

semangat,….mumpung sedang naik daun….:
efisiensi semua lini kegiatan: baik di aspek farming, processing, marketing, mutlak diperlukan;
selama memberikan keunggulan kompetitif, Moringa akan tetap diproduksi;
sistem irigasi ‘parit, dilahan berpasir; kurang tepat. air banyak yang run-off, sehingga biaya membengkak.
sukses semoga selalu mewarnai