Ketua LAMDO Dompu Drs. Nasrullah, M.Pd dan beberapa pengurus saat menemui Kapolsek Pekat IPDA Muh. Sofyan, S.Sos. (ory jeho/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Sejumlah pengurus inti Lembaga Adat Masyarakat Donggo (LAMDO) Kabupaten Dompu, NTB, menyambangi Mako Polsek Pekat.

Kedatangan mereka pada Senin (14/9) siang, sekitar pukul 14.30 Wita itu, memberikan dukungan dan dorongan pada pihak aparat penegak hukum. Yakni agar segera menindaklanjuti laporan Muslim, S.Pd (kepala SMPN 3 Pekat) yang merasa dihina oleh HM dan AB, warga Desa Doropeti, Kecamatan Pekat.

Ketua LAMDO Dompu Drs. Nasrullah, M.Pd, di hadapan pihak kepolisian mengharapkan agar kasus dugaan penghinaan ini agar segera diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kami mengharapkan agar laporan dugaan penghinaan terhadap saudara kami bisa segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian,” ujarnya.

Menanggapi itu, Kapolsek Pekat IPDA Muh. Sofyan, S.Sos mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat, khususnya LAMDO dalam menyupport kepolisian.

Dia mengungkapkan, kasus yang dilaporkan oleh Muslim itu tetap menjadi atensi pihaknya. “Kami tetap menindaklanjuti kasus ini sesuai prosedur. Mohon bersabar. Percayakan kepada pihak kepolisian,” imbuh Sofyan.

Kasus dugaan penghinaan terhadap korban Muslim berawal dari kehadirannya pada acara Mbolo Weki warga Doro Peti, beberapa waktu lalu. Saat sesi untuk baca doa, dirinya sempat ditujuk dan dikatakan “kafir” oleh terlapor HM.

Menurut Muslim, dengan menggunakan bahasa Bima-Dompu, HM mengatakan, “aka kau baca doa la Muslim guru kafir ka (itu suruh baca doa si Muslim guru Kafir tu, red).”

Tidak hanya itu, terlapor AB juga sempat mengatakan, bahwa Muslim menjadi kepala sekolah dari hasil sogok Rp. 80 juta.

Akibat diperlakukan seperti itu, Muslim melaporkan dugaan penghinaan ke Mapolsek Pekat.

Hingga berita ini ditulis, terlapor HM dan AB belum berhasil dikonfirmasi. (orj)