Warga yang tidak memakai masker disanksi dengan menyapu, penilangan, denda dan sanksi sosial lainnya. (ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com –Pemberlakuan dan penegakan Perda NTB Nomor 7 Tahun 2020 dan Pergub NTB Nomor 50 Tahun 2020 tentang Pemberian Denda terhadap Pelanggar Protokol Covid-19, efektif dimulai Senin (14/9).

Awal-awal pemberlakuan dan penegakan aturan itu di Kabupaten Dompu, langsung disertai dengan penindakan dan pemberian sanksi.

Warga atau elemen yang terjaring razia karena tidak memakai masker diberikan sanksi sosial. Seperti menyapu jalan, membayar denda dan sanksi sosial lainnya.

“Dilakukan penilangan apabila tidak menggunakan masker,” kata Paur Humas Polres Dompu AIPTU Hujaifah dalam press releasenya.

Sebelum razia dilakukan di beberapa titik wilayah kota, terlebih dulu dilaksanakan apel di Lapangan Mapolres Dompu.

Kegiatan itu terkait Operasi Yustisi dalam Penerapan Perda NTB Nomor 7 Tahun 2020 dan Pergub NTB Nomor 50 Tahun 2020.

Apel yang dipimpin Kapolres AKBP Syarif Hidayat, SH, SIK itu para perwira Polres dan Kodim 1614/Dompu, serta pejabat terkait di lingkup Pemkab Dompu.

Antara lain, Kepala Bapenda Ir. Armansyah, Wakapolres Kompol I Nyoman Adi Kurniawan SH, Pasi Ops Kodim Kapten Inf. Hamzah, Jaksa Koko Robi Yahya, SH, Kasat Pol PP H. Moh. Syai’un, SH, MH, kepala dinas/intansi terkait, Kepala Pelaksana BPBD Jufri, ST, M.Si, PJU Polres, Danramil Dompu serta puluhan anggota lainnya.

Pada kesempatan itu, Kapolres Syarif menegaskan, perintah pimpinan satuan atas harus mendukung Perda NTB Nomor 7 Tahun 2020.

“Operasi Yustisi ini untuk mendisiplinkan masyarakat mematuhi penggunaan masker di Kabupaten Dompu,” tegas Syarif.

Selain itu, Operasi Yustisi dalam upaya meminimalisir penyebaran Covid-19 di wilayah NTB, khususnya Kabupaten Dompu.

Setelah apel, personel gabungan TNI, Polri dan instansi terkait meninggalkan Mako Polres. Kemudian melaksanakan razia di depan RSUD dan Pasar Atas Dompu.

Dalam operasi tersebut, ditemukan banyak warga Dompu yang tidak memakai masker. Terhadap mereka langsung diambil tindakan dengan pemberian sanksi sosial. Yakni menyapu jalan, membayar denda dan sanksi sosial lainnya.

Dengan diterapkan aturan ini, Kapolres berharap ada efek jera bagi masyarakat. Warga lebih disiplin dan patuh terhadap protokol kesehatan Covid-19.

“Ini semua untuk kebaikan seluruh lapisan masyarakat,” tegas AKBP Syarif mengingatkan warga di seantero wilayah hukumnya.

Menurut dia, kegiatan seperti ini akan terus berlanjut. Dengan demikian, masyarakat benar-benar paham tentang penerapan aturan. “Sehingga, mereka mematuhi segala peraturan pemerintah,” tamdas Kapolres. (tim)