Bupati Dompu H Bambang M. Yasin dan Iskandar PAS, saat menuju lokasi Bendungan Daha, Hu’u, belum lama ini. (ist/lakeynews.com)

SEBUAH peristiwa langka terjadi di Kabupaten Dompu, NTB, baru-baru ini.

Seorang mantan tukang foto keliling berhasil menggiring Bupati H. Bambang M. Yasin (HBY) naik ke mobilnya.

Dia adalah Iskandar, S.Pd. Pria yang akrab disapa Iskandar PAS atau PAS Dompu.

Saat ini dia menjabat anggota DPRD Dompu utusan PKS. Mewakili rakyat Dapil Dompu 1 (Kecamatan Hu’u, Pajo dan Kecamatan Dompu).

Cerita awalnya, Pemdes dan warga Desa Daha – Hu’u, berharap pihak Pemkab (Bupati) turun ke lapangan, meninjau lokasi yang direncanakan untuk pembangunan bendungan (dam).

Aspirasi tersebut disampaikan kepada Iskandar PAS. Selanjutnya, pengusaha muda itu menyampaikan harapan konstituennya langsung kepada Bupati.

“Saya sampaikan kepada Pak Bupati di rumah pribadi beliau,” kata pemilik Percetakan PAS Dompu, serta pengusaha dan budidaya sarang burung walet itu pada Lakeynews.com.

Bupati HBY pun mengaminkannya. HBY bersama rombongan akhirnya mengunjungi lokasi dam tersebut.

Persisnya, pada Sabtu (5/9) sekitar pukul 09.00 Wita. Sehari setelah istrinya, Hj. Eri Aryani mendaftar sebagai Bacabup di KPU.

Menariknya, saat ke lokasi, HBY tidak menaiki mobil dinas Bupati, EA 1 R. Dia justru tampak menumpang mobil Fortuner milik mantan fotografer keliling itu.

Dalam mobil itu hanya berisi tiga orang. HBY, Iskandar dan sopir pribadinya.

Belum ada penjelasan dari HBY, apa yang membuatnya sampai bersedia menaiki mobil Iskandar. Padahal, sebagai Bupati, ada mobil dinas yang dilengkapi sopir dan ajudan.

Namun, menurut Iskandar, dirinyalah yang menawarkan kepada Bupati. “Saya senang karena beliau (HBY, red) mau naik mobil saya,” katanya via telepon genggam.

HBY dijemput Iskandar di rumah pribadinya, menuju Pendopo Bupati. Kemudian dari pendopo, rombongan sama-sama start menuju lokasi dam.

Momentum tersebut didokumentasikan Iskandar dalam bentuk video. Ya, video yang berdurasi 03.48 detik.

Dalam video yang direkam sendiri itu, Iskandar mengaku senang, bisa satu mobil dengan Bupati. Bahagia mobilnya ditumpangi orang nomor satu di eksekutif Kabupaten Dompu.

Dia mengucapkan terima kasih karena Bupati bersedia menaiki mobil orang yang dulunya tukang foto keliling.

Ketika kamera ponsel Iskandar diarahkan kepadanya, HBY tampak melambaikan tangan dan mengangkat jempolnya.

Dalam video itu, Iskandar juga sempat meminta Bupati agar menyampaikan sepatah dua kalimat terkait pencalonan istrinya, Hj. Eri sebagai Bupati Dompu.

HBY pun tampak menyambut baik. Berikut lebih kurang kutipan pernyataannya;

“Saya ingin apa yang saya lakukan selama sepuluh tahun terakhir, selama menjadi Bupati Dompu, statistik dan fakta memberikan informasi pada kita ada banyak hal yang bermanfaat yang memberi perubahan sosial ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Dompu.

Tentu saja sebagai manusia biasa, pasti ada hal-hal yang kurang, yang belum sepenuhnya sesuai dengan keinginan dan harapan masyarakat. Saya menitipkan keinginan dan harapan masyarakat itu kepada istri saya, kepada saudara ipar saya H. Ichtiar (Bacawabup pasangan Hj. Eri, red).

Semoga apa yang saya lakukan selama sepuluh tahun ini dapat dilanjutkan dalam kebijakan-kebijakan pemerintah berikutnya.
Tujuannya hanya satu. Hal-hal baik untuk masyarakat ayo kita lanjutkan. Ayo kita kembangkan. Hal-hal yang kurang dan yang belum bermanfaat untuk masyarakat, ayo kita lakukan kembali.

Kita revisi rencananya supaya semua bisa berkontribusi untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Dompu yang juga saudara kita sendiri, orang tua kita sendiri, anak cucu kita sendiri.

Kita ingin generasi-generasi Indonesia, generasi Dompu kedepan adalah orang-orang sehat yang cerdas. Orang-orang yang berbudi pekerti, orang-orang yang saleh dan salehah.”

Hanya saja, ketika video tersebut beredar di medsos, beberapa nitizen sempat melontarkan kritikan dan sorotan.

Sorotan tersebut karena baik HBY maupun Iskandar dinilai tidak menaati protokol kesehatan Covid-19. Pasalnya, kedua pejabat negara itu sama-sama terlihat tidak memakai masker.

Tetapi hal itu langsung diklarifikasi oleh Iskandar. Menurutnya, masker sudah disiapkan banyak. Ada dalam mobil.

“Masker ada kok. Cuma kita tidak pakai dalam mobil. Karena jarak kami juga lumayan,” ujarnya.

“Begitu sampai, ketika keluar dari mobil, kita pakai masker,” sambung Iskandar.

Dia memaklumi kritikan beberapa nitizen tersebut karena tidak utuh pengetahuan atas kondisi sebenarnya.

(sarwon al khan)