
Kombes Artanto: Jika Ada, Laporkan, Akan Diproses secara Hukum
SELEKSI Penerimaan Brigadir Polri Tugas Umum (PTU) Tahun Anggaran (TA) 2020 di Polda NTB, kini dimulai.
Sudah menjadi rahasia umum, bahwa setiap ada seleksi penerimaan calon anggota Polri kerap berhembus isu, peserta harus menyiapkan dana hingga ratusan juta rupiah agar bisa lulus.
Naifnya lagi, selain oknum dari luar yang disebut-sebut sebagai perantaranya, juga diduga ada oknum di internal ikut bermain.
Namun, terkait isu-isu santer seperti itu, Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, S.I.K, M.Si, menyampaikan beberapa penegasan.
“Jangan percaya terhadap orang-orang yang menjanjikan bisa membantu meluluskan para peserta menjadi anggota Polri. Semua itu bohong,” tegas Artanto ketika memberikan arahan kepada Panitia Rikkes dan Peserta Seleksi Penerimaan Brigadir PTU 2020.
“Jika menemukan orang-orang seperti itu, yang biasa disebut calo, tolong dilaporkan. Yang bersangkutan akan diperoses sesuai hukum yang berlaku,” ancam Artanto di Gedung Sasana Dharma Polda, Senin (31/8).
Artanto juga mengingatkan, peserta seleksi bahwa setiap calon siswa telah menandatangani persetujuan inform concern sebelum test dimulai.
Antara lain, Moment Opname. Yaitu hasil Rikkes saat diperiksa, panitia hanya memotret kondisi hari ini. Tidak bisa dibandingkan pemeriksaan ahli lainnya.
“Karena, mengacu pada Perkap Kapolri untuk Pendidikan Pembentukan (Diktuk), bahwa hasil pemeriksaan disimpan di Polda NTB, dan Keputusan Panitia bersifat final,” tandasnya.

Selama seleksi, baik panitia maupun peserta seleksi wajib menggunakan masker, face shield serta tetap menjaga jarak dan tetap waspada terhadap penularan Covid-19 cluster (klaster) penerimaan.
Ditekankan juga, agar pemeriksaan kesehatan dilaksanakan dengan amanah. Menurutnya, tugas selaku pemeriksa diawasi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, dengan prinsip BETAH (bersih transparan akuntabel serta humanis) Clear and Clean.
Dia mengingatkan semua yang terlibat dalam kegiatan seleksi, baik panitia maupun pesera agar tetap waspada dengan bahaya Covid-19 cluster penerimaan anggota Polri.
“Tetap gunakan APD. Bila ada panitia yang kurang fit agar melaporkan diri dan istirahat,” imbuh Pamen Polri dengan tiga mawar ini.
Kabid Humas mengajak panitia dan peserta seleksi berdoa bersama agar pemeriksaan bernilai Ibadah dan istiqomah.
“Sekali lagi, tolong laksanakan tugas penjaringan calon anggota polisi ini dengan sebaik-baiknya,” pinta Artanto. (tim)
