
–
Saat Tiga Pejabat Tinggi NTB Pimpin “Apel Covid-19” (1)
–
SEBUAH upacara atau apel dipimpin oleh beberapa pejabat sekaligus. Meski lumrah, namun ini hal yang langka terjadi.
Ini terjadi saat apel Peningkatan Disiplin sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di NTB.
Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal, S.I.K., M.Si, dan Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rijal Ramdhani, S.Sos, SH, M.Han, sama-sama memimpin apel di Lapangan Gajah Mada Polda NTB, Jumat (21/8).
Peserta apelnya terdiri dari para Camat, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan lurah dan kepala desa se-Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat (Lobar).
Selesai menerima penghormatan dari Komandan Apel, Gubernur, Kapolda dan Danrem yang dikuti Forkopimda NTB, Kota Mataram dan Lobar melakukan pemeriksaan pasukan secara non formal.
Artinya, ketiga pucuk pimpinan dan Forkopimda langsung memeriksa kesiapan pasukan sebelum melaksanakan tugas. Ketiga pejabat tertinggi di NTB itu berbincang-bincang dengan peserta apel.
Pada momentum apel tersebut, Kapolda NTB memberikan penghargaan kepada empat pihak yang dipandang mampu berkontribusi lebih dalam penanganan Covid-19.
Keempat pihak itu, Sekretaris Daerah Lombok Timur (Lotim) H. Juaini Taufik, mewakili Pemkab Lotim yang memiliki ratting tertinggi dalam pelaporan.
Sementara tiga lainnya, Satgas Penanganan Covid-19 Kelurahan Bintaro Jaya. Mereka adalah Plt. Lurah Bintaro Jaya Emmy Susilawati, Bhabinkamtibmas Brigadir Taufik Hidayat dan Babinsa Serda I Wayan Karyawan.
“Ketiganya dipandang berprestasi dan memiliki dedikasi tinggi. Melebihi panggilan tugas dan tanggung jawabnya dalam mendorong masyarakat secara masif untuk mandiri memutus rantai penyebaran pandemi Covid-19,” jelas Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, S.I.K., M.Si.
Usai apel, dilakukan pelepasan secara simbolis Satuan Patroli Cegah Covid-19 oleh Gubernur NTB, didampingi Kapolda, Danrem dan Wakil Gubernur Hj. Sitti Rohmi Djalilah.
Ketika memberikan arahan, Gubernur Zulkieflimansyah mengapresiasi upaya segenap elemen dalam penanganan pandemi Covid-19 di daerah ini. Bahkan, Gubernur menganalogikan penanganan dan pencegahan pandemi Covid-19 sebagai sebuah peperangan dan pertempuran.
“Ini lebih sulit karena musuh kita tidak kelihatan. Bukan persoalan ketahanan fisik, bukan persoalan kekuatan, tapi lebih pada persoalan kedisiplinan dan kesabaran,” tegas Gubernur.
Gubernur juga menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) atas kerja kerasnya memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan.
Para guru-guru di MUI NTB sampai MUI kabupaten dan kota, tidak jemu-jemu melakukan hal yang tidak biasa. “MUI Lombok Barat bahkan berkeliling ke desa-desa. Ditugaskan oleh Bupati untuk meyakinkan masyarakat bahwa Virus Corona sesuatu yang nyata yang harus kita hadapi,” katanya.
Menurut Gubernur, secara umum Covid-19 di Indonesia belum berakhir. Termasuk di NTB. Karenanya, sangat diperlukan kewaspadaan semua pihak untuk membantu menyadarkan masyarakat dalam mencegah penyebaran Covid-19 ini.
Gubernur baru mendapat kabar, “Covid-19 yang selama ini menyasar rakyat kecil (petani, nelayan, pedagang di jalanan), mulai menyasar mereka yang berpendidikan dan bekerja di kantor-kantor.”
“Adanya cluster perkantoran karena orang di kantor itu sering berkomunikasi, sering berbicara tapi tidak disiplin memakai masker. Cluster perkantoran tidak bisa diabaikan,” tandasnya. (tim/bersambung)

One thought on “Awas! Corona Mulai Sasar yang Berpendidikan dan Bekerja di Kantor”