
DOMPU, Lakeynews.com – Kepala Cabang Dinas Dikbud Dompu Drs. Muhammad Gunawan, M.Pd, mengatakan masalah kekeliruan SMK Beringin Jaya (BJ) Pekat dalam penarikan data siswa beberapa waktu lalu, sudah klir.
“Pada inti dan prinsipnya sudah selesai. Tidak ada masalah lagi,” kata pria ya g akrab disapa Aba Gun itu pada Lakeynews.com, Kamis (13/8).
BACA JUGA : SMK Beringin Jaya Bantah Ambil Hak Siswa Sekolah Lain
Menurut Aba Gun, rencananya, Senin (11/8) lalu dilakukan mediasi. Pertemuan untuk memfasilitasi para pihak dan membahas masalahnya.
Namun, pada Jumat-Sabtu (7-8/8) lalu pihak SMK Beringin Jaya sudah mengembalikan data beberapa siswa yang tertarik secara tidak sengaja sebelumnya.
Data tersebut tertarik waktu melakukan penarikan dengan aplikasi penarikan massal, beberapa waktu lalu.
Aba Gun yakin dan percaya, para kepala sekolah merupakan orang-orang berpikiran dewasa. “Tidak ada lagi polemik sebenarnya. Dan, memang untuk sebuah tim bagus dan kuat itu harus solid,” tandasnya.
Dikatakan Aba Gun, beberapa siswa yang tertarik secara tidak sengaja oleh pihak SMK BJ adalah siswa Kelas X. “Siswa kelas 1 yang baru masuk. Jadi, dana BOS-nya belum cair,” tegasnya.
Kesalahan dalam penarikan data siswa saat menggunakan aplikasi penarikan data massal, tidak hanya terjadi di (oleh) SMK BJ. Menurut informasi yang diperoleh Lakeynews.com, bahwa beberapa sekolah lain juga juga terjadi hal yang sama.
Mengapa terjadi masalah seperti itu dalam penarikan massal ini? Lalu kenapa persoalan ini begitu cepat mencuat ke publik, jika masalahnya sederhana?
“Mis komunikasi dan mis under standing. Selain masalah komunikasi, juga karena kurang memahami aplikasi,” jawab Aba Gun singkat.
“Intinya, sudah tidak ada masalah. Kalau ada masalah yang sama di satu-dua sekolah, mereka akan bicarakan dan selesaikan secara internal. Diharapkan saling memahami,” imbuh Aba Gun menambahkan.
Kalau ingin membuktikan secara legal folmalnya tentang anak-anak tersebut mau sekolah di mana, katanya, minimal ada pernyataan siswa.
“Misalnya, anak itu mengatakan ingin sekolah di sekolah A. Dengan dasar itu, sebuah sekolah bisa menerima atau mengeluarkan data siswa tersebut,” jelasnya. (zar)
