Ketua DPD PKS yang juga Bacawabup Dompu Nasaruddin, SH. (ist/lakeynews.com)

PARTAI Keadilan Sejahtera (PKS) dipastikan melepas (mengusung) kadernya untuk berkompetisi di Pilkada Dompu, Desember mendatang.

Kader yang terpilih itu adalah Nasaruddin, SH. Dia ketua DPD PKS Kabupaten Dompu. Juga mantan anggota DPRD Dompu.

Nasaruddin maju sebagai Bacawabup. Berduet dengan Ir. Muhammad Ruslan alias Dae Olan di posisi Bacabup, dengan brand DOMPU JUARA.

Meski melepas kader, PKS tidak serta merta mengeluarkan begitu saja Surat Keputusan (SK) Persetujuan pada Bapaslon Ruslan-Nasarudin.

Bahkan, cenderung agak lamban jika dibanding parpol lain anggota koalisinya. Seperti Partai Berkarya (satu kursi) dan Partai Hanura (dua kursi) yang lebih dulu mengeluarkan SK Persetujuan.

Dalam koalisi ini pengusungan pasangan DOMPU JUARA, selain tiga partai di atas juga ada PDI Perjuangan. PDI Perjuangan pun belum mengeluarkan SK Persetujuannya kepada Bapaslon ini.

Sikap PKS yang terkesan mengulur-ulur waktu mengeluarkan atau menerbitkan SK Persetujuan tersebut dinilai aneh dan lucu oleh beberapa elemen.

Ada yang beranggapan dan berpersepsi, bahwa itu sebagai bentuk ketidakseriusan, setengah hati dan manuver PKS dalam mengusung kader di Pilkada Bumi Nggahi Rawi Pahu.

Namun, berbagai penilaian dan anggapan itu terbantahkan oleh klarifikasi Ketua DPD PKS yang juga Bacawabup Nasaruddin.

“Ada mekanisme partai yang harus dilewati. Dan, itu harus ditaati oleh siapapun,” kata Nas pada Lakeynews.com, Rabu (12/8) sore.

Diketahui, empat Bapaslon Bupati/Wabup yang diajukan DPD PKS Dompu ke DPP, beberapa hari lalu, tengah diproses.

Keempat Bapaslon itu; Ir. Muhammad Ruslan-Nasaruddin, SH (Ruslan-Nas), Kader Jaelani – Syahrul Parsan, ST, MT (AKJ-SYAH), Arifuddin, SH – H. Mulyadin HAR Gani, SH, MH (Arif-Mulya) dan Hj. Eri Ariani – H. Ichtiar Yusuf, SH (ERA-HI).

Menurut Nas, sapaan Nasaruddin, saat ini dokumennya sudah sampai di tingkat DPP. Proses dan penyelesaian akhirnya, ada di sana.

“SK PKS kok belum keluar-keluar padahal melepas kader sendiri? Nah, proses di partai itulah alasannya,” paparnya.

Proses dilakukan mulai dari Tim Penjaringan Pemilu Daerah (TPPD), Tim Penjaringan Pemilu Wilayah (TPPW) hingga Tim Penjaringan Pemilu Pusat (TPPP).

“Mekanisme dan prosedur itu tetap dilalui, meski PKS melepas kadernya sendiri,” tegasnya.

Terhadap hal tersebut, Nas berharap kepada siapapun, termasuk yang kritis mempertanyakan lambannya sikap PKS itu, agar tetap taat mengikuti proses.

Apalagi sekarang sedang berproses di DPP. Dan, DPP yang akan mengeluarkan keputusan. “Bersabar saja menunggu proses itu. Yakinlah, DPP akan memberikan keputusan terbaiknya,” imbuhnya.

Disinggung persentase keyakinan DOMPU JUARA –khususnya pribadinya– akan meraih SK Persetujuan dari DPP PKS, Nas menegaskan, tidak ada persen-persenan keyakinan.

Dia juga tidak bersedia berbicara soal persentase. Menurutnya, keyakinan tidak ada persentase. “Kalaupun terpaksa bicara keyakinan, saya sebagai kader ya 100 persen yakin,” tandasnya optimis.

“Pasang Baliho Sendiri Hanya Penegasan”

Belakangan ini, di sejumlah tempat (titik) terpampang baliho Nas sendiri. Tanpa Bacabup Muhammad Ruslan.

Hal tersebut tentu saja memunculkan beragam spekulasi anggapan, penilaian dan persepsi dari sejumlah kalangan. Termasuk dugaan bahwa DOMPU JUARA retak. Isu inipun sempat santer.

Mengapa demikian? Apakah ini bagian dari trik atau strategi yang tengah dimainkan?

Mendengar pertanyaan itu, Nas menanggapi dingin. Katanya, karena ini merupakan alam demokrasi maka wajar-wajar saja publik berpersepsi.

Nas tidak ingin masuk dan bicara tentang persepsi orang lain. Tentang persepsi siapapun.

Pemasangan baliho-baliho tersebut hanya untuk menegaskan (mempertegas) dirinya ini ketua DPD PKS Dompu.

“Di baliho itu mempertegas saya sebagai ketua DPD. Itu saja,” jelasnya. “Kalau di baliho pasangan (dengan Ruslan, red), saya sebagai Bacawabup,” sambung Nas.

Menjelang pelaksanaan Pilkada, terlepas siapapun yang lolos sebagai Paslon dan yang terpilih, Nas menitip harapan. Dimana saat ini sedang proses memilih pemimpin.

“Pemimpin yang menjadi harapan dan dambaan masyarakat daerah Dompu,” tandasnya.

Yang mesti dikedepankan, menurutnya, nikmati dinamika politik ini dengan cara yang bahagia, baik dan santun. Dengan visi besar, siapa yang bisa membawa Dompu lebih baik lagi.

“Kepentingan kita, mencari pemimpin kita bersama. Apa yang kita cari di luar itu,” ujarnya dengan nada tanya sembari mengakhiri wawancara lebih kurang 10 menit via telepon itu.

(sarwon al khan)