Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma P., S.I.K, didampingi Kabid Humas Kombes Pol Artanto, S.I.K., M.Si, saat jumpa pers di Mapolda, Ahad (2/7). (ist/lakeynews.com)

Tangkap Empat Anggota Sindikat Antarprovinsi, Satu Orang Terpaksa Ditembak

MATARAM, Lakeynews.com – Peredaran Narkoba di Provinsi NTB makin mengerikan. Namun, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB pun terus dan kembali menunjukkan ketajaman taringnya.

Kali ini, Tim Opsnal Ditresnarkoba berhasil menggagalkan peredaran sekitar 2 kilogram (Kg) narkotika jenis Sabu-sabu dari sindikat antarprovinsi.

Selain itu, polisi menggulung empat tersangka (anggota) sindikat tersebut di tempat berbeda. Salah seorang diantaranya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha melawan petugas saat hendak ditangkap.

Dari empat tersangka tersebut, tiga diantaranya dari Pulau Sumatera. Yakni MF alias Panji (37), LRM alias Lita (24) dan RS alias Ayu (24). Satu lagi, warga NTB berinisial M alias Gemok (40).

Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma P., S.I.K, mengungkapkan tindakan tegas terhadap sindikat Narkoba harus dilakukan. Alasannya?

“Narkoba merupakan candu yang dapat merusak masa depan generasi bangsa,” tegas Helmi didampingi Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, S.I.K., M.Si, saat konferensi pers di Mapolda, Ahad (2/8).

Menurutnya, bahaya Narkoba sudah menjadi atensi pemerintah. Sehingga, diterbitkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Karena itu, dukungan seluruh pihak sangat dibutuhkan sebagai motivasi kami, dalam memutus rantai peredaran dan memberantas sindikat Narkoba,” ungkapnya.

“Bila perlu, kalau melawan, lumpuhkan,” tegas Helmi menambahkan.

Mantan Dirresnarkoba Kalimantan Utara itu mengatakan, dari keempat pelaku yang ditangkap merupakan sindikat atau jaringan antarprovinsi dengan BB dua kilogram.

“Mereka (sambil menunjuk pelaku, red) bertiga satu cowok dan dua cewek ini datang dari Medan. Sedangkan yang satu ini adalah warga Kota Mataram, NTB,” ujarnya.

Dijelaskan, penangkapan terhadap para pelaku berdasarkan informasi dari masyarakat, bahwa akan ada transaksi Narkoba dalam jumlah besar. Anggota selanjutnya meakukan pelacakan kebenaran informasi tersebut.

Dengan segenap sumber daya yang ada dan teknologi cyber yang dimiliki Polda NTB, Helmi memerintahkan Tim Opsnal yang dipimpin AKP I Made Yogi Purusa Utama, S.I.K. untuk bergerak melakukan penangkapan setelah mengetahui pergerakan dan keberadaan pelaku.

Diketahui, bahwa tiga pelaku hendak melakukan transaksi Narkoba di sebuah hotel wilayah Cakranegara, Kota Mataram. Namun, Tim Opsnal Ditresnarkoba mencegatnya pada Kamis (30/7) sekitar pukul 15.00 Wita. Yakni saat mobil jasa transportasi Grab yang ditumpangi ketiga pelaku melintas di Jalan AA. Gede Ngurah.

Ketiga pelaku kemudian dibawa ke salah satu hotel terdekat untuk dilakukan penggeledahan dan interograsi awal. Dengan disaksikan pengemudi jasa transportasi Grap dan petugas hotel, Tim Opsnal membongkar dua koper milik pelaku yang di dalamnya ditemukan narkoba jenis Sabu-sabu, yang dikemas dalam 18 botol bedak merek ‘Enchenteur’.

Diakui Hermi, berbagai cara dilakukan para sindikat Narkoba untuk mengelabui petugas agar bisa lolos. Kalau sebelumnya, pelaku menyimpan dalam sandal kulit, sekarang dimasukkan dalam botol bedak.

“Boleh saja Anda (pengedar Narkoba, red) bisa lolos dari pemeriksaan petugas bandara. Tapi, kalian insya Allah tidak akan bisa lolos dari sergapan Ditresnarkoba,” tandasnya.

Tidak berhenti sampai di situ, dari hasil interograsi awal dan pengembangan didapati nama pelaku ketiga inisial M alias Gemok. Warga Jalan Rajawali 1 Selagalas, Kota Mataram itu sebagai mitra tiga pelaku yang akan melakukan transaksi.

Untuk membekuk pelaku keempat, Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda bersama Tim Opsnal Resnarkoba Polresta Mataram dan Tim Khusus (Timsus), menyusun skenario penyergapan dengan memanfaatkan MF alias Panji yang kemudian antara keduanya menyepakati transaksi di suatu tempat pada hari Jumat (31/7).

Sesuai kesepakatan, pukul 13.23 Wita pelaku inisial M alias Gemok telah stanby di lokasi. Dia menunggu di Jalan Rajawali Raya Selagalas, dengan menggunakan sepeda motor merek Yamaha metic jenis Mio Soul warna putih.

Pelaku sama sekali tidak mengetahui bahwa tim gabungan telah memetakan setiap sudut lokasi tersebut. “Control dilevery terus berjalan. Transaksi berjalan, pelaku inisial M alias Gemok pun berhasil diringkus,” urai Helmi.

Kendati demikian, penangkapan terhadap pelaku M tidak berjalan mulus. M sempat melawan petugas dengan menggunakan senjata tajam (sajam) saat akan ditangkap.

Menurut Helmi, anggotanya sudah memberikan tembakan peringatan. Namun, pelaku tidak mau menyerah. “Terpaksa dilakukan tindakan tegas dan terukur serta terarah. Pelaku dihadiahi timah panas oleh petugas,” tutur Dirresnarkoba.

Terhadap keempat pelaku, pihaknya akan menjerat dengan Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 114 (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman pasal-pasal tersebut adalah pidana penjara minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun,” jelas Helmi.

Selain mengamankan BB Narkoba jenis Sabu-sabu dengan bruto 2 Kg dan 98 gram, polisi juga mengamankan beberapa bukti pendukung lain. Diantaranya, dari tempat kejadian perkara (TKP) pertama, diamankan dua buah koper besar, satu buah tas punggung (ransel), empat buah handphone merek Samsung, Oppo A12, dan Oppo A5 serta uang tunai Rp. 2.100.000.

Sementara dari TKP kedua, diamankan satu pucuk senjata api (senpi) rakitan, dua butir peluru jenis Revolver, satu bilah keris, satu buah handphone merek Oppo, satu unit sepeda motor Yamaha Mio Soul DR 6264 CI, dan uang tunai Rp. 1.320.000.

Saat ini, keempat pelaku mendekam di sel tahanan Ditresnarkoba Polda NTB, untuk dilakukan proses lebih lanjut. (tim)