Direktur Resnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma R., SIK, MH, saat jumpa pers di Mapolda, Kamis (30/7). (ist/lakeynews.com)
Dua pelaku sindikat Narkoba antarprovinsi yang dibekuk Ditresnarkoba Polda NTB. (ist/lakeynews.com)

Dirresnarkoba: Bandar, Kurir maupun Pemakai, Kami Kejar

MATARAM, Lakeynews.com – Dua pelaku sindikat Narkoba antarprovinsi tak berkutik dalam sergapan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB.

Kedua pelaku asal Provinsi Aceh itu berinisial AG (27) dan ME (28). Mereka kedapatan membawa satu kilogram Sabu-sabu senilai Rp. 1,2 miliar.

“Mereka sempat mengelabui petugas pemeriksaan bandara dengan modus menyimpan barang itu di sandal kulit yang dipakainya,” kata Direktur Resnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma R., SIK, MH.

Helmi menegaskan, siapapun yang terlibat dalam kejahatan sindikat peredaran Narkoba akan dikejar. “Pengedar (bandar), kurir atau pemakai, kami kejar,” tegasnya saat konferensi pers di Mapolda NTB, Kamis (30/7).

“Mereka menjadi satu bagian dari sindikat Narkoba. Itu pasal utama yakni menjadi bagian dari permufakatan jahatnya,” tandas Helmi.

Helmi menegaskan, para sindikat Narkoba yang mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dan merusak generasi bangsa di NTB akan berhadapan dengan Ditresnarkoba Polda NTB.

“Penangkapan yang berhasil kita lakukan sekarang dan yang lalu itu, membuktikan bahwa saya semakin dekat kepada Anda (sindikat Narkoba, red). Anda para sindikat Narkoba akan berhadapan dengan saya kalau Anda tidak segera hijrah (keluar dari sindikat, red),” katanya.

“Saya pastikan Anda bisa lari, tapi Anda nggak bisa bersembunyi dari kami,” tandasnya.

Terkait pengungkapan kasus sindikat antarprovinsi dengan dua pelaku dan barang bukti satu kilogram Sabu-sabu, menurut Helmi itu merupakan penangkapan kedua dalam bulan Juli 2020.

Perjalanan mereka menarik karena menggunakan transportasi udara. Dari Aceh menuju Jakarta. Kemudian di Jakarta menginap. “Dari Jakarta kemudian terbang ke NTB. Tetapi tidak terbaca oleh X-Ray,” ujar Helmi.

Dijelaskan, Sabu-sabu dengan bruto satu kilogram yang dibawa kedua pelaku tidak terdeteksi petugas bandara maupun alat pendeteksi.

Hal itu lanjutnya, karena kelihaian pelaku dalam mengelabui petugas dengan memasukan Sabu-sabu yang terbungkus plastik ke dalam sandal. Dimana, bungkusan Sabu-sabu tersebut berada di antara cakar (alas) dengan lembaran solek (bahan pembatas) kulit sandal.

“Barang ini (sabu) dimasukkan ke sini (dalam sandal) dengan rapi. Selanjutnya dipakai oleh mereka, sehingga tidak bisa terbaca oleh x-ray. Ini sudah yang ketiga kali dengan jumlah yang berbeda,” bebernya.

Disebutkan, kedua pelaku dibekuk Tim Opsnal saat keduanya akan keluar kamar 202 pada Jumat (24/7) sekitar pukul 15.30 Wita, di sebuah hotel Jalan Palapa Lingkungan Banjar Pande, Cakranegara, Kota Mataram.

Saat dilakukan penggeledahan di kamar hotel yang ditempati kedua pelaku, Tim Opsnal menemukan kristal bening yang diduga Narkoba jenis Sabu-sabu. Barang dikemas dalam empat bungkusan plastik bening. Setelah ditimbang memiliki berat satu kilogram, yang kalau dirupiahkan seharga Rp. 1,2 miliar.

Sedangkan barang bukti lain yang diamankan, diantaranya dua pasang sandal kulit warna coklat merek Royal Cobbler dan Bonia Internasional (yang dijadikan tempat menyimpan sabu untuk mengelabui petugas), tiga unit handphone yang dijadikan alat komunikasi dalam jaringan sindikat.

Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 111 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, S.I.K., M.Si, yang ditemui di ruang kerjanya, mengimbau pada seluruh masyarakat agar turut serta dalam upaya pemberantasan narkotika.

“Atas nama Kapolda NTB, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat NTB agar memberikan dukungan dalam upaya pemberantasan peredaran narkoba, dengan memberikan informasi apabila di lingkungannya ada aktivitas peredaran narkotika,” ungkapnya.

“Tanpa dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, kami tak akan mampu berbuat dengan maksimal,” tutupnya. (tim)