Anggota DPRD Dompu, NTB Iskandar, S.Pd, saat turun bersama Tim Survei Dinas PU NTB, Camat Hu’u, beberapa Kades dan tokoh masyarakat Hu’u di lokasi rencana pembangunan Bendungan Daha. (ist/lakeynews.com)

Nilai Selama Ini Pemerintah tidak Punya Hati

DOMPU, Lakeynews.com – Anggota DPRD Dompu, NTB Iskandar, S.Pd, tidak hanya mendukung terwujudnya bendungan besar di Desa Daha, Kecamatan Hu’u. Politisi PKS utusan Dapil Dompu 1 (Kecamatan Hu’u, Pajo dan Dompu) itu, juga tegas mengatakan, akan memperjuangkan agar bendungan dimaksud segera dibangun pemerintah.

“Kami sudah bersepakat, saya bersama beberapa kepala desa dari Kecamatan Hu’u akan menghadap Gubernur NTB dalam waktu dekat,” kata pria yang akrab disapa Iskandar PAS atau PAS Dompu itu pada Lakeynews.com, Sabtu (18/7).

Pernyataan itu disampaikan PAS Dompu, setelah Jumat (17/7) turun bersama Tim Survei dari Bidang SDA Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTB untuk melihat lokasi yang direncanakan akan dibangun bendungan.

Tim tersebut antara lain, Ir. H. Gunadi M., Ida Nym. Karang Sukanta, ST, Mediantara Deni, S.ST.

Ikut turun bersama PAS dan tim survei adalah Camat Hu’u Muhtar, S.Sos, Kades Daha, Kades Rasabou dan Kades Cempi Jaya, unsur TNI, Polri dan Satpol PP, serta sejumlah tokoh masyarakat dan warga.

Iskandar PAS kemudian membeberkan beberapa manfaat Bendungan Daha, jika akhirnya nanti terwujud. Baik untuk irigasi, sumber air baku, pariwisata, perikanan dan lainnya.

Untuk Irigasi misalnya. Menurut PAS Dompu, Bendungan Daha diperkirakan mampu mengairi sawah seluas sekitar 20 ribu hektare. Itu mencakup Desa Daha, Marada, Hu’u, Rasabou, Sawe, Cempi Jaya, Jala dan Desa Adu.

“Selain menjadikan sawah irigasi nonteknis menjadi teknis, air Bendungan Daha nanti juga menjadi suplesi atau penambah sistem yang sudah ada. Misalnya irigasi Daha I dan Daha II,” jelas Iskandar.

Demikian juga Sumber Air Baku, lebih-lebih Pariwisata. Manfaat ikutan keberadaan Bendungan Daha adalah menggeliatnya sektor pariwisata.

Diketahui, keberadaan waduk atau bendungan di suatu daerah, hampir pasti selalu bisa menyedot wisatawan. “Yang pasti, bendungan itu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” papar Iskandar.

Berikutnya pada sektor Perikanan. Masyarakat dapat menjadikan bendungan sebagai sumber penghasilan. Profesi nelayan tangkap dapat berkembang.

“Namun, pemerintah melarang sistem budidaya dengan keramba karena dapat mencemari lingkungan,” tandasnya.

Menurut pria yang berlatar belakang fotografer keliling itu, mimpi masyarakat Hu’u hadir dan terwujudnya bendungan (termasuk di Desa Daha) ini, sejak Iskandar belum lahir.

“Tapi sampai sekarang tidak kunjung diwujudkan oleh pemerintah. Ini menandakan bahwa selama ini pemerintah tidak punya hati,” tegas pria yang sesungguhnya dikenal kalem ini.

Justru, menurut dia, yang lebih dulu dibangun pemerintah adalah Bendungan (Dam) Tanju dan Bendungan Mila. Iskandar berharap Bendungan Daha segera dibangun agar masyarakat Hu’u sejahtera.

“Tidak ada alasan tidak membangun bendungan ini karena dana besar. Jangan pemerintah beralasan tidak bisa dibangun karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Pemerintah hadir untuk memberikan pelayanan dan kesejahteraan rakyat,” tegasnya berulang-ulang.

Harapan yang sama disampaikan Camat Hu’u Muhtar, S.Sos. “Sekarang momentum yang tepat untuk masyarakat Kecamatan Hu’u. Harapan besar kami agar bendungan ini segera terwujud,” ujar Muhtar.

Kades Rasabou dan Kades Cempi Jaya Syarifudin mengatakan siap bersama-sama Iskandar PAS mendatangi Gubernur NTB dan instansi terkait. Mereka akan ke sana untuk meminta agar Bendungan Daha ini segera dibangun.

“Kami meminta Gubernur (Pemprov) membangun Bendungan Daha ini paling telat 2022. Ini demi rakyat di desa kami,” tandas Kades Rasabou Suradin.

Salah satu wakil Tim Survei Dinas PU NTB H. Gunadi, merespon positif harapan anggota dewan, camat, Kades dan beberapa tokoh masyarakat tersebut.

Gunadi berjanji akan mengawal terus proses sampai Bendungan Daha ini terwujud.

“Besar harapan Beliau (Gunadi, red) agar foto kopi rekomendasi yang telah diajukan sebelumnya dari desa dan Camat Hu’u, dibawa lagi ketika ke Mataram,” ujar Iskandar PAS mengutip penyampaian Gunadi. (zar)