Suasana Diskusi Part II “Menakar dan Menimbang Kadidat Perempuan dalam Pilkada 2020” di Kedai Kopi Seruput Indonesia, Simpasai – Dompu. (ist/lakeynews.com)

Diskusi ala Kedai Kopi Seruput Indonesia di Simpasai

DOMPU, Lakeynews.com – Kedai Kopi Seruput Indonesia – Dompu, menggelar Diskusi Part II dengan tema “Menakar dan Menimbang Kadidat Perempuan dalam Pilkada 2020”.

Kegiatan oleh kedai yang berlokasi di Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja, itu berlangsung Rabu (1/7) malam.

Diskusi dimoderatori Arif Rahman. Tampil sebagai narasumber; Direktur Lensa NTB Syaf Kaso, Ketua Forum Perempuan Dompu Nur Syamsiah, Dosen STKIP Yapis Dompu Ilyas Yasin.

Selain itu, Anggota DPRD Dompu dari Fraksi NasDem Ir. Muttakun, Ketua LBH S.U Gurutani Dompu Laksmana Adi Putra dan Komisioner KPU Dompu Periode 2014-2019 Suherman.

Sebagai pembicara pertama Syaf Kaso menjelaskan, perempuan sebagai subjek pembangunan memiliki peranan penting dalam sistem pemerintahan.

“Dari beberapa daerah sukses di bawah kepemimpinan perempuan,” kata Syaf Kaso.

Pembicara Nur Syamsiah mengatakan, kehadiran kadidat perempuan merupakan terobosan baru selama konstelasi Pilkada Dompu.

Sedangkan Ilyas Yasin menjelaskan, perempuan sebagai populasi terbesar di atas bumi, masih mengalami ketertindasan berupa kekerasan.

“Kepemimpinan perempuan sifatnya teknikal, walau keterlibatan perempuan dalam sistem demokrasi masih kurang,” jelas Ilyas.

Sementara Muttakun menjelaskan, generasi melenial harus menjadi pendobrak. Terutama kaum perempuan dalam mengambil bagian penting dalam sistem pemerintahan.

“Misalnya, mengambil bagian dalam konstelasi harus bisa mengelola isu perempuan dan anak,” jelas Muttakun.

Berikut Laksmana Adi Putra mengungkapkan, Pilkada 2020 menjadi catatan sejarah pertama keterlibatan perempuan dalam konstelasi Pilkada.

“Pada fase transisi demokrasi, perempuan diberi ruang 30 persen keterlibatan atau pemenuhannya,” jelas Adi.

Sementara itu, pembicara Suherman memaparkan, kehadiran perempuan dalam konstelasi Pilkada antara harapan, kesulitan dan kenyataan.

“Keterlibatan perempuan dalam konstelasi politik sudah dijamin konstitusi. Pentingnya perempuan hadir di panggung politik sebagai politik gagasan,” jelas Suherman.

Usai penyampaian materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. (yat)