Bacabup/Bacawabup Dompu, AKJ-Syah diapit pengurus teras DPC Partai Gerindra dan Partai NasDem Dompu, usai silaturahmi dan penjajakan koalisi di rumah ketua NasDem. (sarwon/lakeynews.com)

Pilkada Dompu 2020

Kupasan :

Sarwon Al Khan, Dompu

Bakal Calon Bupati (Bacabup) Dompu 2021-2026 Kader Jaelani, kini tidak “menjomblo” lagi. Partai Gerindra pun mulai gencar melakukan penjajakan koalisi dengan parpol lain untuk mengusung Kader dan pasangannya.

—————

PRIA yang akrab disapa Aby Jio atau AKJ (Aby Kader Jaelani) itu, sudah resmi berpasangan dengan H. Syahrul Parsan, ST, MT untuk bertarung pada Pilkada Dompu, Desember 2020 ini.

Syahrul adalah mantan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terakhir berdinas di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi NTB. Dia pensiun 2017 lalu.

Pasti dan finalnya berpaketan dengan Syahrul, maka, AKJ sudah berhasil menunaikan salah satu tugas yang diberikan Partai Gerindra pada 2019 lalu.

Diketahui, tahun lalu, Gerindra menugaskan (melalui surat tugas) AKJ untuk mencari pasangan.

Setelah berbulan-bulan “mencari”, akhirnya berhasil menemukan orangnya. Yakni H. Syahrul Parsan. Keduanya pun sepakat untuk berpasangan. (Dalam tulisan ini disingkat dengan AKJ-Syah)

AKJ sempat menceritakan secara singkat proses pertemuan dan pengenalannya dengan Syahrul. Hingga dia memilih sebagai Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup), mendampinginya dalam pesta pesta demokrasi lima tahunan ini.

“Saya memilih pak Haji Syahrul, berawal dari masukan banyak pihak. Termasuk teman-teman di Mataram, beberapa waktu lalu,” tutur AKJ pada wartawan.

Hal tersebut disampaikan AKJ di sela-sela pertemuan AKJ-Syah dan sejumlah pengurus DPC Partai Gerindra Dompu dengan pengurus DPD Partai NasDem Dompu.

Pertemuan itu berlangsung di rumah Ketua DPD NasDem Suryanto alias Baba Liang, di bilangan Kota Dompu.

Diketahui juga, saat menerima surat tugas dari Gerindra, AKJ sesungguhnya sudah memiliki bakal pasangan wakilnya. Hampir final berpasangan dengan mantan anggota DPRD NTB dari PKB Hj. Nurlaela Chairunnisa.

Baliho dan spanduk pun sudah tercetak dan terpasang di beberapa tempat. Salah satunya, baliho/spanduk AKUR (Aby Kader-Nurlaela) ukuran jumbo terpampang sekian bulan di depan rumah mantan Bupati H. Abubakar Ahmad (Ompu Beko).

Belakangan AKUR bubar. Kala itu, tidak jelas penyebabnya. Informasi yang berhembus begitu liar dan simpang siur. Ada yang menyebut karena persoalan dana.

Beredar pula sinyalemen, bahwa Nurlaela tidak mampu membawa partainya sebagai pengusung pasangan AKUR. Dan, sederet isu lainnya.

Beberapa pihak yang berusaha dikorek keterangannya, belum memberikan jawaban yang pasti. Kalaupun ada sumber yang bersedia membocorkan informasinya, namun yang bersangkutan meminta agar informasi tersebut tidak diberitakan.

“Ini off the record saja, ya,” kata sebuah sumber parpol pada Lakeynews.com.

Klarifikasi terhadap berbagai spekulasi atas “bercerainya” bakal pasangan AKUR itu, akhirnya disampaikan Bacabup AKJ.

Menurutnya, paket AKUR bubar setelah Nurlaela mundur. Kenapa Umi Nur (sapaan Hj. Nurlaela Chairunnisa) mundur, AKJ mengutarakan alasannya.

Suatu waktu, AKJ bertemu dan sempat membicarakan empat mata, secara khusus soal ini. Penjelasan yang diperoleh AKJ, Umi Nur mundur karena suaminya berada dan bertugas di Mataram. Anak-anaknya juga di sana.

“Yang saya tahu, itulah yang menjadi alasan dan pertimbangan beliau mundur dari AKUR,” ungkap pengusaha sukses, pemilik Bolly Dompu itu.

Semenjak pisah dengan Umi Nur dalam paket AKUR, AKJ gencar mencari calon pasangannya, sesuai dengan surat tugas Gerindra. Dan, akhirnya AKJ memilih Syahrul.

Dua di antara sekian banyak pertimbangannya, karena Syahrul berlatar belakang birokrasi dan memiliki keluarga besar.

“Dengan beberapa keunggulan dan latar belakang yang beliau miliki ini, saya meyakini akan mengisi kekosongan dari saya,” papar AKJ.

Kepastian dan finalnya AKJ berpasangan dengan Syahrul ini, sekaligus membantah setidaknya dua isu atau sinyalemen yang begitu kencang mencuat selama ini.

“Ini sekalian menepis sinyalemen yang menyebutkan, saya tidak punya pasangan dan saya tidak jadi ikut (maju) pada Pilkada Dompu,” tegas AKJ.

Sedangkan H. Syahrul mengaku, merima AKJ karena mengenal sosok itu bukan baru sekarang. Bukan, saat ada momentum suksesi Pilkada saja. “Saya mengenal beliau sudah lama. Bahkan, kami bertetangga,” tandasnya.

Visi dan misi AKJ untuk memajukan Dompu ke depan juga dinilainya luar biasa.

“Yang sudah bagus dilaksanakan pemerintah sebelumnya akan dipertahankan dan ditingkatkan. Sedangkan yang belum maksimal, kita akan maksimalkan,” urai Syahrul.

Syahrul kemudian menyebut contoh di antara visi-misi AKJ yang menarik perhatiannya. Peternakan dan peternakan misalnya. Ada Jara Pasaka, porang dan padi.

Disamping itu, bagaimana meningkatkan produksi pertanian dan kepastian harga yang seimbang. Pola tata tanam tanaman yang lebih bagus. “Ini antara lain yang membuat saya tertarik,” ujarnya.

Suasana silaturahmi dan penjajakan koalisi AKJ-Syah bersama pengurus Gerindra dengan NasDem Dompu, di rumah ketua NasDem. (sarwon/lakeynews.com)

Setelah memastikan bulatnya AKJ-Syah berpasangan pada perebutan kepemimpinan Dana Nggahi Rawi Pahu lima tahun ke depan, Ketua DPC Partai Gerindra Dompu Kurnia Ramadhan, SE (KR), mengambil langkah cepat.

Dia berinisiatif mempertajam penjajakan ke beberapa parpol untuk berkoalisi dalam pengusungan paket AKJ-Syah ini. Salah satunya, dengan Partai NasDem.

Karena itu, KR menantang AKJ-Syah menemui dan bersilaturahmi dengan Ketua DPD NasDem Dompu Suryanto (Baba Liang).

Tantangan itupun langsung diladeni, disambut dan diiyakan AKJ-Syahrul. Sehingga, beberapa hari lalu, rombongan AKJ-Syah dan pendukung bersama KR dan sejumlah pengurus Gerindra menemui Baba Liang di rumahnya.

Baba Liang saat itu didampingi Sekretaris DPD NasDem Sahlan dan beberapa orang lainnya.

Sedangkan Ketua DPC Gerindra KR didampingi Sekretaris Burhan Umar, S.Sos, Bendahara Jamaludin, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Dompu Syarifudin, Ketua PAC Dompu Abdurahman dan kader GMD Imam Saukani.

“Saya tantang saudara dan sahabat saya AKJ sebagai Bacabup dan H. Syahrul sebagai Bacawabup ini untuk bersilaturahmi dengan ketua NasDem. Alhamdulillah, beliau berdua siap,” papar KR.

Berbicara dukungan Gerindra pada AKJ-Syah, KR menegaskan, tidak perlu diragukan lagi. “Dukungan Gerindra dengan memasangkan AKJ-Syah bisa dikatakan sudah 100 persen. Bahkan, 1000 persen malah,” tegas mantan anggota DPRD Dompu ini.

Dukungan tersebut tidak lahir begitu saja. Namun, sudah melalui proses panjang yang sangat panjang dan melelahkan. Sehingga lahir hasil dan keputusan seperti itu.

“Alhamdulillah, kita sudah melalui berbagai proses dan tahapan sesuai mekanisme Partai Gerindra,” tandasnya.

“Kita tinggal menunggu rekomendasi dari DPP Gerindra. Lagi pula bakal calon yang kita usulkan, hanya satu nama. Tunggal nama Kader Jaelani,” sambung KR dengan nada tegas.

Pada kesempatan itu, KR berharap, NasDem juga bisa bersama-sama Gerindra, berkoalisi dalam mengusung pasangan AKJ-Syah.

Yang disampaikan Kurnia Ramadhan, dibenarkan Kader Jaelani. Dia tidak membantah kehadirannya ke rumah ketua NasDem Dompu itu, selain sebelumnya ada niat sendiri, juga memenuhi tantangan KR.

“Terima kasih pada DPC Gerindra dan DPD NasDem. Kami sangat berharap, akhirnya nanti Partai NasDem bersama-sama dengan Gerindra mengusung kami dalam Pilkada Dompu,” pinta AKJ.

Harapan yang sama juga disampaikan H. Syahrul. “Mudah-mudahan NasDem mengambil keputusan dan memberikan rekomendasi untuk mengusung kami,” ujar Syahrul.

Menanggapi itu, Suryanto mengucapkan terima kasi atas kunjungan silaturahmi AKJ-Syah bersama unsur pengurus teras Gerindra Dompu.

Pria yang akrab disapa Baba Liang ini menjelaskan, partainya sudah melakukan beberapa proses, mulai dari pendaftaran bakal calon, hingga pengusulan tiga nama Bacabup ke pengurus partai yang lebih tinggi.

Ketiga nama yang diusulkan dan akan diputuskan (salah satu) yang akan diusung NasDem tersebut, Kader Jaelani, Hj. Eri Aryani (Umi Eri) dan H. Mulyadin (kader NasDem).

“Sama dengan partai lain, di NasDem juga ada mekanismenya. Kita masih menunggu siapa dari tiga nama itu yang direkomendasikan oleh DPP untuk diusung,” papar Baba Liang.

Meski sempat memberikan gambaran umum tentang arah dukungan NasDem, Baba Liang meminta hal itu tidak diberitakan dulu. Dia tidak ingin mendahului, sementara DPP belum mengeluarkan rekomendasi.

Kendati demikian, Baba Liang mengakui, ada komunikasi yang intens dan bagus dari Bacabup AKJ. “Yang pasti, sampai hari ini, AKJ-Syah merupakan bakal calon atau bakal pasangan calon pertama yang datang langsung ke saya,” ungkapnya. (adv)