Momentum panen perdana daun kelor kemitraan Tri Utami Jaya dengan warga, Ikraman di So Nanga Made Jara, Desa Kramat, Kecamatan Kilo, Dompu. (ist/lakeynews.com)

Camat Kilo Apresiasi, Kades Kramat Siapkan Lahan 50 Ha

TEH Kelor KIDOM, MORIKAI dan SaSaMbodoM, kini makin terang dan “kinclong”. Pemasarannya kian mendunia.

Ketersediaan bahan bakunya pun tak diragukan lagi. Bahkan, bertambah luar biasa.

Hal itu, seiring dengan gencarnya upaya perusahaan Tri Utami Jaya, produsen Teh kelor merk KIDOM MORIKAI dan SaSaMbodoM yang berkedudukan di Mataram dalam memenuhi kebutuhan bahan baku.

“Insya Allah, kita tidak mengalami kesulitan untuk bahan bakunya,” kata Dirut Tri Utami Jaya Nasrin H. Muhtar, MM pada Lakeynews.com.

Dirut Tri Utami Jaya (Produsen Teh Kelor KIDOM, MORIKAI dan SaSaMbodoM) Nasrin H. Muhtar, MM. (ist/lakeynews.com)

Menjaga dan mempertahankan stabilitas ketersediaan bahan baku (daun kelor), Tri Utami Jaya melakukan budidaya kelor di Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu.

Dalam upaya ini, pihak perusahaan bermitra dengan Ikraman, warga Desa Kramat, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu.

“Bapak Ikraman menyediakan lahan. Sedangkan seluruh biaya, mulai pembersihan lahan, pemagaran dan biaya-biaya yang timbul ditanggung perusahaan Teh KIDOM,” jelas Nasrin.

Ikraman menyediakan lahan lebih kurang 2 hektare (Ha) di So Nanga Made Jara, Desa Kramat. Pada 2,5 bulan lalu di lokasi tersebut dilakukan penanaman puluhan ribu pohon.

“Yang tumbuh lebih kurang 50 ribu pohon kelor,” papar Paduka, salah satu nama panggilan Nasrin.

“Dari 50 ribu pohon itu, bila diasumsikan setiap pohon menghasilkan sekitar 500 gram kali 50 ribu, maka hasilnya lebih kurang 25 ribu kilogram (Kg),” sambung Nasrin.

Senin (15/6) lalu, dilakukan panen perdana kelor yang ditanam di So Nanga Made Jara tersebut.

Hadir dalam panen raya tersebut, Camat Kilo H. Iswan H. Yakub, Kepala Desa Kramat Usman M. Ali, sejumlah aparatur kecamatan dan desa.

Nasrin memastikan, perusahaan menjamin dan membeli seluruh hasil panen dengan harga 2.000 per Kg daun basah. Sedangkan daun kelor kering dibeli dengan harga 15.000 per Kg.

“Tempat penjualan (pembelian) langsung di Kecamatan Kilo, dengan sistem bayar kontan,” kata Dirut Teh KIDOM itu yang juga kerap disapa Doktor Jamu.

Moringa KIDOM, salah satu teh kelor yang diproduksi Tri Utami Jaya. (ist/lakeynews.com)

Pada momentum panen perdana daun kelor tersebut, Camat Kilo H. Iswan memberikan apresiasi atas berlangsungnya kemitraan Tri Utami Jaya dengan warga atas nama Ikraman.

Menurutnya, tanaman kelor mudah tumbuh, tidak membutuhkan pupuk dan pestisida. “Sekali tanam untuk seumur hidup,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Bukan itu saja, tanaman kelor dipandang melestarikan hutan, menampung cadangan air dan memberikan manfaat untuk sehatan manusia.

Kelor juga mampu memberikan nilai tambah bagi ekonomi masyarakat Kecamatan Kilo.

“Kebetulan pengusaha Teh Kelor bermerek KIDOM, MORIKAI dan SaSaMbodoM ini adalah putra asli Kilo (Nasrin H. Muhtar, red),” ungkap Iswan.

Sementara itu, Kades Kramat Usman mengaku sangat bersyukur dengan adanya budidaya kelor di desanya oleh Tri Utami Jaya tersebut.

Budidaya kelor tersebut dirasakan telah membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Desa Kramat.

Sebagai bentuk apresiasinya terhadap budidaya kelor yang berimplikasi positif pada makin luasnya lapangan kerja yang terbuka, Usman mengatakan siap mendukung penuh.

Tidak tanggung-tanggung, Usman berjanji akan menyiapkan lahan 50 Ha untuk penanaman berikutnya. Atau, 25 kali lipat lebih luas dari sekarang yang hanya 2 Ha.

“Saya akan menyiapkan lahan 50 Ha untuk penanaman berikutnya,” kata Kades Kramat berkomitmen, sebagaimana dikutip Nasrin.

(tim/adv)