

DOMPU, Lakeynews.com – Sejak terbakar Desember 2016 lalu, hingga kini Polindes Marada, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, belum kunjung diperhatikan dan diperbaiki.
Hal tersebut berdampak pada kesulitan warga mendapatkan pelayanan kesehatan (berobat). Tidak hanya warga Marada tapi juga Desa Hu’u.
“Sejak Polindes terbakar, warga kesulitan mendapatkan pengobatan sebagaimana diharapkan. Kami tidak tahu, kenapa pemerintah belum juga memperbaikinya,” kata salah seorang warga Marada Sahrul, S.Pd, pada Lakeynews.com, Selasa (16/6).
Pernyataan senada disampaikan warga Desa Hu’u Maman Tirta. Menurutnya, dalam status Facebooknya, Maman mengaku, akhir-akhir ini warga di Desa Hu’u kesulitan berobat.
Belum adanya perhatian pemerintah terhadap kondisi tersebut, membuat berang anggota DPRD Dompu utusan Dapil Kecamatan Hu’u, Pajo dan Dompu Iskandar, S.Pd.
“Kami sangat menyayangkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap persoalan yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat ini,” tegas politisi PKS yang akrab disapa PAS Dompu itu.
Sebagaimana diketahui, akibat kebakaran pada Desember 2016 itu, selain bangunan Polindes yang terbakar, sejumlah barang dan inventaris serta uang kontan belasan rupiah juga hangus.
Informasi yang diperoleh Lakeynews.com, yang ikut ludes terbakar dalam peristiwa itu, antara lain, uang sekitar Rp. 15 juta dan tiga unit laptop.
Selain itu, tiga lemari pakaian, dua lemari medis, satu kursi tunggu, enam kursi pasien, satu televisi, dua cincin emas, dua spring bed (kasur pegas), serta empat kursi dan meja.
PAS Dompu tidak tega melihat kondisi fasilitas dan sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang hancur tanpa mendapat perhatian pemerintah.
“Kita minta pemerintah agar segera memperbaiki Polindes di Desa Marada,” desak mantan fotografer keliling itu dengan nada tegas.
PAS Dompu menyadari, saat ini daerah tengah dilanda pandemi Covid-19. Tapi, wabah ini baru terjadi mukai sekitar setengah tahun laku.
Menurut dia, jika pemerintah berniat dan mau, semestinya tenggang waktu tiga tahun pascakebakaran, Polindes sudah diperbaiki. Dan, bahkan, sudah beroperasi normal dalam kegiatan pelayanan publik.
“Selama ini (pascakebakaran), pelayanan kesehatan masyarakat dilakukan di rumah-rumah bidan. Peralatan seadanya. Ini kan menyedihkan sekali,” tandas ayah dari tiga anak itu.
Karena itu, Iskandar kembali mendesak pemerintah agar segera memperbaiki fasilitas kesehatan yang berdiri di antara Desa Marada dan Desa Hu’u itu.
Hingga berita ini diunggah, Pemkab Dompu melalui Dinas Kesehatan belum diperoleh konfirmasinya. (zar)
