Kapolsek dan Danramil Praya, Lombok Tengah, memberikan teguran pada pemilik pabrik jagung yang ngotot beroperasi. (ist/lakeynews.com)

PRAYA, Lakeynews.com -Keluhan warga Lingkungan Darul Palah, Kelurahan Panji Sari, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah atas aktivitas Pabrik Jagung yang tetap ngotot beroperasi di zona merah Covid-19, akhirnya direspon aparat keamanan.

Jumat (1/5), Kapolsek dan Danramil Praya Lombok Tengah turun langsung menyampaikan keluhan masyarakat.

“Kalau tetap tidak mematuhi imbauan Pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona ini, kita akan tutup paksa,” ujar Kapolsek Praya, AKP Ketut Dewa Suwardana.

Dijelaskan, hasil kesepakatan bersama dengan pemilik pabrik jagung, diberikan batas waktu selama tiga hari untuk menyesuaikan imbauan Pemerintah. Karena wilayah itu sudah masuk zona merah, pasca adanya warga lingkungan setempat yang positif corona dan reaktif 2 orang.

“Kita minta supaya operasinya di kurangi tidak sampai malam dan parkir kendaraan supaya diatur dan tidak mengganggu,” ujarnya.

Sementara itu, Pemilik Pabrik Jagung, Setya Pratama mengaku akan mengikuti instruksi Pemerintah, namun dirinya meminta kebijakan waktu selama tiga hari untuk menyesuaikan dengan kondisi barang yang keluar masuk.

“Kita siap mengurangi aktivitas, jagung yang masuk hanya dari Lombok. Tidak ada dari Sumbawa atau Bima,” pungkasnya.

Sebelumnya, aktivitas bongkar muat barang di Pabrik Jagung Lingkung Daruh Palah ini meresahkan warga. Karena dilingkungan tersebut sudah ada pasien positif Covid-19, sehingga warga berharap supaya pabrik jagung bisa ditutup sementara.

“Kita berharap supaya pabrik jagung itu di lockdown sampai kondisi ini aman,” ujar Tatok kepada wartawan, Kamis (30/4).

Dijelaskan, bahwa pasca diumumkan dan ditetapkannya salah seorang warga Lingkungan Darul Palah, Kelurahan Panji Sari, Kecamata Praya positifCovid-19 dan 2 warga lainnya reaktif rapid test. Semua gang atau trotoar masuk Lingkung setempat di tutup dengan menggunakan portal.

Namun sebuah gudang bongkar muat jagung yang berlokasi di Jalan Anyelir lingkungan Darul Palah sampai saat ini masih beraktifitas seperti biasa. Aktifitas gudang yang setiap hari ramai tersebut sangat mengkhawatirkan dan menggangu masyarakat sekitar. Disamping itu juga, para supir atau kendaraan yang masuk banyak dari luar pulau Lombok.

Terlebih saat ini sudah ada warga setempat yang dinyatakan positif covid-19. Pihaknya sudah berupa maksimal untuk menutup akses masuk guna memutus mata rantai penyebaran covid-19 dan sudah melaporkan kegiatan pihak Kelurahan, namun hingga saat ini belum ada tindakan. (tim)