Mensos RI Juliari Peter Batubara, M.BA. (ist/lakeynews.com)
Suasana Rakor Virtual dengan Mensos RI. (ist/lakeynews.com)

MATARAM, Lakeynews.com – Menteri Sosial (Mensos) RI Juliari Peter Batubara M.BA mengajak semua pilar Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) untuk bergerak bersama, bergotong royong dan mengedukasi masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19.

“Mari kita fokus dan terus mensosialisasikan program untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19 ini,” ajak Mensos pada Rakor Virtual yang diikuti berbagai komponen sosial dari seluruh Indonesia, Jumat (1/5).

Rakor Virtual itu diikuti Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial Provinsi Nusa Tenggara Barat (LKKS NTB), Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, M.Sc didampingi Kadis Sosial NTB Dra. T. Wismaningsih Drajadiah dan Kadis Kominfotik NTB I Gede Putu Aryadi, S.Sos, MH.

Dalam Rakor tersebut, Mensos mengakui banyaknya keluhan masyarakat yang beredar di media sosial tentang program dan bantuan yang disalurkan pemerintah.

“Ada keluhan yang belum menerima bantuan sosial Pandemi Covid-19, juga keluhan terkait Bantuan yang tidak tepat sasaran,” tegasnya.

Karena itu, tugas komponen sosial saat ini terus memberikan edukasi kepada masyarakat. Juga berikan informasi yang benar dan up to date tentang proses dan mekanisme bantuan ini.

“Di era ini gampang memviralkan persoalan, tanpa mengecek kebenaran berita, foto atau video. Maka, sosialisasikan terus tentang Tupoksi dan pemahaman kepada masyarakat kita,” ajak politisi PDI-P ini.

Mensos juga meminta kerja sama seluruh komponen di daerah agar penerima yang sudah dapat bantuan tidak diberikan lagi. Karena, program ini ada di daerah juga.

Ia mengajak masyarakat gotong royong menyelesaikan persoalan yang menjadi bencana nasional ini.

Ketua LKKS NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.,M.Sc mengatakan tindak lanjut penguatan LKKS, NTB memiliki program rutin setiap bulan Ramadhan yaitu program Bulan Peduli Sosial Ramadhan.

Program tahun ini membagikan bantuan sosial, paket sembako untuk anak yatim piatu, Lansia dan anak yang ditinggal orang tuanya dikarantina di gedung PKK NTB.

“Pembagian paket sembako ini dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol menghindari pandemi Covid-19,” kata istri Gubernur NTB itu.

LKKS NTB mendukung penuh langkah pemerintah dalam merealisasikan program sosial. Ditengah kondisi pandemi Covid-19, menurutnya, masyarakat harus terus diberikan edukasi tentang program bantuan sosial masyarakat.

Rakor Virtual ini juga diikuti Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Karang Taruna, Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dan Forum CSR Kesejahteraan Sosial sebagai Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) se-Indonesia.

Peserta vicon Ada 250 peserta. Pilar-pilar PSKS  tercatat antara lain PSM sebanyak 60.258 , TKSK 7.201, Karang Taruna 83.931, Forum CSRA 34 forum. (tim)