Kepala BKPM RI Bahlil Lahadalia, SE, saat Vicon bersama Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah, Rabu (29/4). (ist/lakeynews.com)

MATARAM, Lakeynews.com – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM RI) Bahlil Lahadalia, SE, mengusulkan agar pembangunan smelter di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Provinsi NTB dipercepat.

“Hal ini dilakukan sebagai upaya pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19,” kata Bahlil dalam Video Conference (Vicon) bersama Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah, Rabu (29/4).

Menurutnya, sektor tambang masih dapat berjalan baik di tengah pandemi Covid-19, meski dalam pelaksanaannya tetap harus memperhatikan protokol pencegahan pandemi tersebut.

Realisasi investasi NTB pada triwulan pertama diakui cukup baik, meski ditengah pandemi Covid 19. Total nilai investasi dalam catatan BKPM RI cukup baik. Realisasi Investasi Triwulan I tahun 2020 dari 233 perusahaan sampai dengan 20 April 2020 sebasar Rp. 2.14 triliun lebih, 12,75 persen dari Target Realisasi sebesar Rp. 16.8 triliun.

Realisasi investasi tersebut terdiri atas investasi asing (PMA) sebesar Rp. 992.4 miliar lebih atau (46,35 persen) dan investasi dalam negeri (PMDN) Rp. 1.14 triliun lebih atau sebesar 53,65 persen.

Lebih lanjut Ketua HIPMI ini menjelaskan, sektor pariwisata NTB terutama Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika tetap menjadi super prioritas pembangunan nasional.

Menurutnya, terdapat 17 perusahaan yang berencana investasi di KEK Mandalika. Namun saat ini sebanyak sembilan perusahaan (52,94 persen) yang aktif realisasi investasnya, delapan perusahaan (47,06 persen) masih melengkapi dokumen perencanaan dan perizinan, serta masih menunggu kondisi aman dari adanya Pandemi Covid-19.

Dia menegaskan, sejumlah kendala yang masih dihadapi dan merupakan tanggung jawab pusat, akan segera diselesaikan pihaknya bersama para investor. Termasuk penanganan kendala investasi di kawasan wisata tiga gili.

“Meski pariwisata masih butuh lama untuk pulih karena pandemi global Covid-19, kita tetap optimis, bahwa KEK Mandalika tetap akan bisa menggelar MotoGP pada 2021 mendatang,” tandasnya.

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, didampingi Sekda, Asisten I Setda dan beberapa pejabat terkait lainnya. (ist/lakeynews.com)

Sementara itu, Gubernur NTB mengatakan optimis bahwa ekonomi akan segera pulih. Meski saat ini tengah fokus penanganan pandemi Covid-19 serta dampak sosial ekonomi yang menyertainya.

“Namun, kami harus tetap memastikan bahwa daerah ini bersahabat dengan investasi. Karena, tanpa investasi tidak ada kesempatan kerja yang membawa kemakmuran di masyarakat,” tegasnya.

Gubernur Zul mengharapkan pemerintah pusat melalui BKPM agar mencarikan solusi terhadap berbagai permasalahan yang sedang dihadapi. Diantaranya, terkait beberapa perusahaan yang belum mulai konstruksi karena terkendala administrasi dan perizinan, kiranya bisa dipermudah.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah NTB H. Lalu Gita Ariadi menyampaikan beberapa kendala di lapangan. Termasuk perubahan realisasi investasi sebesar 12 persen dari target pada triwulan pertama tahun ini serta perkembangan investasi pembangunan smelter dan industri turunannya di KSB, kawasan tiga gili dan KEK Mandalika.

Terlebih saat ini pandemi Covid-19, membuat beberapa perusahaan bersikap menunggu dan melihat situasi dan kondisi aman untuk meralisasikan investasinya. (tim)