Ketua Komisi II (Bidang Ekonomi dan Keuangan) DPRD Dompu Muhammad Subhan, SE. (ist/lakeynews.com)

Upaya Memulihkan Ekonomi Petani yang Terdampak Corona

DOMPU, Lakeynews.com – Wabah Virus Corona Disease 2019 (Covid-19) mempengaruhi sektor kehidupan. Untuk itu, pemerintah diminta segera mengantisipasi sejumlah dampak yang timbul akibat pandemi tersebut.

Yang tidak kalah pentingnya, upaya pemulihan pada sektor ekonomi warga, termasuk petani juga patut mendapat perhatian serius dari pemerintah. Terutama petani jagung dan padi.

”Ditengah wabah ini kita dihadapkan pada berbagai persoalan yang harus segera diantisipasi oleh pemerintah,” kata Ketua Komisi II (Bidang Ekonomi dan Keuangan) DPRD Dompu Muhammad Subhan, SE, pada Lakeynews.com, Kamis (23/4).

Menurutnya, pemerintah pusat telah membuka ruang bagi daerah dalam mengatasi wabah tersebut. Ruang itu, melalui berbagai regulasi dan aturan. Salah satunya, tentang Refocussing kegiatan dan realokasi APBD dalam mengatasi dampak Covid-19.

“Ruang ini harus benar-benar dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah dalam mengatasi dampak corona,” ungkapnya.

Dia membeberkan beberapa persoalan krusial yang harus segera mendapat perhatian serius. Antara lain, sektor kesehatan. Tidak hanya masyarakat yang diperhatikan. Namun, para tenaga medis juga perlu.

“Karena mereka adalah garda terdepan dalam menangani Covid-19. Alat Pelindung Diri (APD) dan honor tenaga medis harus benar-benar diperhatikan,” kata Subhan.

Kemudian dampak secara sosial dan ekonomi juga perlu mendapat perhatian serius. Sebab, antara kesehatan dan ekonomi erat kaitannya. Masalah sosial adalah kepanikan yang berlebihan, perlu adanya sosialisasi yang intens di tengah masyarakat tentang antisipasi penyebaran corona.

Secara ekonomi ketersediaan Sembako harus menjadi prioritas utama ditengah wabah corona. “Tidak hanya pada pembagian masker. Lebih penting adalah Sembako yang akan menunjang hidup rakyat,” tuturnya.

Disamping itu, ditengah pandemi, para petani jagung dan padi dihadapkan pada harga beli yang semakin rendah. Persoalan ini merupakan bagian dari dampak corona yang perlu ditangani.

“Dari dana hasil refocussing kegiatan dan realokasi APBD, sangat memungkinkan dipakai oleh untuk mengintervensi pasar,” katanya.

Karena, stabilisasi harga padi dan jagung menjadi bagian dari pemulihan dampak ekonomi yang diamanatkan dalam Inpres Nomor 4 Tahun 2020 tentang Refocusing Kegiatan, Relokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Selain itu, pemerintah diminta menggandeng seluruh lembaga perbankan yang berada di daerah. Jika ada dana pemerintah yang ditempatkan pada bank, sebaiknya dikliring untuk penalangan dalam meningkatkan daya beli komoditi padi dan jagung.

“Kalau gudang terjadi masalah, bisa langsung menggandeng pihak asuransi. Saya tekankan, pemerintah harus turun langsung melihat kondisi gudang saat ini,” pungkasnya. (di)