
Oleh: Suherman *)
AKIBAT Covid-19, perayaan hari ulang tahun Kabupaten Dompu ke 205 yang seyogianya dilaksanakan pada 11 April 2020 ini batal dilaksanakan.
Dengan pembatalan tersebut, praktis tidak ada kegiatan seremonial sebagaimana pada tahun-tahun sebelumnya, bahkan anggaranyapun telah dialihkan untuk penanganan Covid-19.
Sungguh disayangkan, karena perayaan HUT Dompu tahun ini merupakan perayaan terakhir dimasa kepemimpinan H. Bambang M. Yasin yang sudah kurang lebih sembilan tahun menahkodai dana nggahi rawi pahu. Namun apa hendak dikata, urusan kemanusiaan jauh lebih penting.
Meski perayaan HUT Dompu ke 205 tidak dilaksanakan secara seremonial, namun secara subtansial hari jadi Dompu ini tetap menjadi momentum untuk merefleksikan, menginstrospeksi dan mengevaluasi apa-apa yang telah, sedang dan akan kita laksanakan kedepan untuk perubahan ke arah yang lebih baik.
Selain itu, perayaan hari jadi Dompu kita jadikan sebagai momentum membangkitkan kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat Dompu untuk sama-sama mengatasi Covid-19.
Sesuai dengan tema perayaan tahun ini ” Bersatu Melawan Corona Menuju Dompu yang Bersih dan Sehat”. Sudah selayaknya kita secara sadar besatu mengikuti imbauan dan ajakan pemerintah dengan tetap menjaga jarak, tidak bepergian kalau tidak ada aktivitas penting, tidak melaksanakan aktivitas berkerumum dalam jumlah banyak, menjaga kesehatan dengan mencuci tangan dan makan makanan bergizi. Dan menghentikan kegiatan-kegiatan lainnya yang memudahkan virus itu menular dan menjangkiti sesama.
Sayangnya, ditengah ajakan dan imbauan pemerintah itu, banyak dari kita yang masih “ngeyel” terutama dalam hal bepergian dan berkerumum serta berkumpul dalam jumlah banyak. Salah satu yang nampak di tengah-tengah kita adalah yang bestatus ODP yang mestinya bediam diri dan mengisolasikan diri di rumah, tetapi keluyuran dan berkumpul di tempat-tempat keramaian.
Kita tidak diminta untuk berkorban energi, jiwa dan raga sebagaimana pemerintah dan tenaga medis yang sedang berjibaku bekerja siang dan malam menyembuhkan pasien Covid-19. Kita hanya diminta kesadaran untuk tetap di rumah dan menjaga kesehatan. Sesungguhnya bukan untuk siapa-siapa namun untuk kita dan keluarga kita sendiri.
Per 11 April 2020 bertepatan dengan HUT Dompu ke 205 berdasarkan data kewaspadaan Covid-19, di NTB jumlah ODP sebanyak 1.750 orang, PDP sebanyak 52 orang, dan terkonfirmasi Positif dalam perawatan sebanyak 28 orang.
Sementara di Kabupaten Sompu, sejauh ini (11 April 2020) berdasarkan data kewaspadaan Covid-19, jumlah ODP sebanyak 74 orang , jumlah PDP sebanyak 11 orang dan belum ada yang terkonfirmasi positif.
Jumlah data-data di atas masih akan terus bertambah seiring rendahnya kesadaran kita. Bukan tidak mungkin kalau kesadaran kita rendah, besok atau lusa boleh jadi saya, anda, keluarga atau teman dan tetangga kita yang terkonfirmasi positif (semoga dijauhkan).
Diakhir tulisan ini, penulis mengajak kita semua di usia Dompu yang telah memasuki 205 tahun. Sebuah usia yang kalau kita lihat dari perjalanan hidup manusia sudah tidak muda lagi. Seyogianya semakin dewasa atau menua usia kita, harusnya semakin bijak dan sadar. Sadar akan bahaya Covid-19.
Selamat HUT Dompuku, Dompumu dan Dompu kita semua!! (*)
*) Penulis adalah mantan anggota KPU Kabupaten Dompu Periode 2014-2019, juga pemerhati masalah sosial di Dompu.
