Kadis Kominfotik NTB I Gede Putu Aryadi, S.Sos, MH, dan Kadikes NTB dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A. (dok/lakeynews.com)

Kadikes NTB: Bisa Saja Dibawa Orang di Sekitar tanpa Gejala

MATARAM, Lakeynews.com – Hingga hari ini, Minggu (12/4), pihak keluarga dan bocah laki-laki berusia dua tahun yang terkonfirmasi positif Covid-19, diyakini tidak ada riwayat bepergian ke daerah terjangkit Covid-19.

Pasien dengan nomor 27 berinisial HW asal Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat itu, juga tidak mempunyai riwayat kontak dengan pasien Covid-19.

Sampai saat ini, anak usia bawah lima tahun tersebut masih dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik.

Lalu bagaimana bocah ini bisa terpapar virus yang bisa mematikan itu?

Belum ada jawaban yang pasti. Namun, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Provinsi NTB dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, mengingatkan bahwa NTB, khususnya Lombok adalah daerah yang transmisi lokal sudah berlangsung.

“Artinya, bisa saja ada “carier” atau orang yang membawa di sekitarnya tanpa gejala,” jelas Nurhandini sebagaimana dikutip Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB I Gede Putu Aryadi, S.Sos, MH, Minggu (12/4).

BACA JUGA : http://lakeynews.com/2020/04/11/hari-ini-delapan-lagi-positif-covid-19-di-ntb/

Nurhandini mengungkapkan, dalam situasi pandemi ini maka sejak pekan lalu Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah menyampaikan penekanan.

“IDAI meminta semua pasien anak dengan pneumonia berat di daerah dengan transmisi lokal yang dirawat di rumah sakit agar dirawat sebagai PDP dan dilakukan swab,” jelasnya.

Pertimbangannya, lanjut Nurhandini, karena anak-anak adalah kelompok yang rentan. Dan, dalam keadaan sakit berat, mudah tertumpangi oleh Covid.

“Jadi risiko anak tertular secara epidemiologis yang menjadi dasar pemeriksaan ini,” tandas perempuan berhijab ini.

Kendati demikian dan dibalik itu, bukan berarti semua pasien pneumonia berat rentan tertular Covid-19. “Sebab, bisa jadi Covid-19 itulah yang menjadi penyebab pneumonia pada pasien,” tegasnya. (tim)